Exploring the Local Wisdom of the Weol Tribe in the Use of Medicinal Plants as a Source for Developing Educational Booklets

Authors

  • Maria Cristin Constantina Damat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Lukas Seran
  • Maria Novita Inya Buku

Keywords:

Local wisdom, Medicinal plants, Weol community, Biology learning booklet, Learning media

Abstract

Traditional knowledge of medicinal plants is an essential part of local wisdom that needs to be preserved and integrated into biology education. However, in the era of modernization, this knowledge is increasingly marginalized and rarely documented systematically, which may lead to its gradual disappearance. This study aimed to explore the types of medicinal plants used by the Weol community in Wae Belang Village, Ruteng District, Manggarai Regency, and to develop them into a biology learning medium in the form of a booklet. The research was conducted in May 2024 using a qualitative approach through interviews, observations, documentation, and plant identification. The research sample consisted of community members with knowledge and experience in utilizing medicinal plants, selected using purposive sampling. The results revealed 32 species of medicinal plants belonging to 20 families, with leaves being the most widely used plant part. The collected data were then developed into a booklet and validated by material and media experts. Validation results showed an average score of 94.77%, categorized as highly valid, indicating that the booklet is feasible for use as a biology learning medium. The study concludes that a local wisdom-based booklet can serve as an effective and contextual educational tool while supporting the preservation of traditional knowledge. Future research is recommended to conduct classroom trials to evaluate the effectiveness of the booklet in improving students’ learning outcomes and motivation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsyad, A. (2017). Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Boimau, A., Seran, L., & Dethan, A. (2022). Etnobotani tumbuhan obat masyarakat Mollo di Timor Tengah Selatan. Bioedusiana, 7(1), 12–24.

Dalimarta, S. (2008). Atlas tumbuhan obat Indonesia (Vol. 5). Jakarta: Pustaka Bunda.

Dalimartha, S. (2013). Atlas tumbuhan obat Indonesia (Vol. 6). Jakarta: Pustaka Bunda.

Dirjen POM. (2013). Acuan sediaan herbal. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Ernawidiasmini, A. (2017). Aktivitas ekstrak daun Chromolaena odorata sebagai penyembuh luka. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 10(2), 65–72.

Foodreference. (2010). Eggplant health benefits. Retrieved from http://www.foodreference.com [cek ulang link]

Gupta, M. P. (2010). Pharmacological properties of Zingiberaceae species. Journal of Medicinal Plants Research, 4(12), 1307–1315.

Gusti, A., & Syamsurizal, M. (2021). Efektivitas penggunaan ilustrasi dalam pembelajaran biologi. Jurnal Pendidikan Sains, 9(2), 144–156.

Hanief, M. (2013). Potensi minyak atsiri kencur (Kaempferia galanga) sebagai antiinflamasi. Jurnal Farmasi Indonesia, 8(1), 22–28.

Hariana, A. (2015). Tumbuhan obat dan khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Haryanto, B., Lestari, A., & Prasetyo, R. (2007). Kandungan gizi kacang panjang (Vigna sinensis) dan potensinya. Agritech, 27(2), 45–52.

Ibriani, E. (2012). Senyawa aktif bawang merah (Allium cepa) sebagai antihipertensi. Jurnal Kesehatan, 5(1), 37–43.

Ichsan, C. A., & Wijaya, H. (2014). Khasiat pepaya (Carica papaya) dalam pengobatan tradisional. Jurnal Biologi Indonesia, 10(1), 77–86.

Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Jakarta: Kompas.

Kuswoyo, B. (2009). Senyawa aktif pare (Momordica charantia) sebagai antidiabetes. Jurnal Farmasi, 6(2), 115–122.

Laka, A., Seran, L., & Dethan, A. (2020). Studi etnobotani tumbuhan obat masyarakat Amanuban Timur. Jurnal Biologi Tropis, 20(2), 233–241.

Liana, N. (2017). Aktivitas farmakologi jeruk nipis (Citrus aurantiifolia). Pharmaciana, 7(1), 99–107.

Lolan, M. O. S., Nau, G. W., & Missa, H. (2024). Identifikasi Jenis Tumbuhan Obat Yang Digunakan Untuk Mengobati Penyakit Pada Manusia Oleh Masyarakat Desa Tanalein Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur. JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi, 2(1), 247-253.

Manoi, F. (2009). Khasiat daun binahong (Anredera cordifolia) untuk kesehatan. Jurnal Farmasi dan Sains, 4(2), 45–52.

Muhdhar, A., Mustapa, S., & Yusuf, A. (2018). Aktivitas antibakteri ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 5(2), 67–73.

Müller-Wille, S. (2020). The cultural history of taxonomy. History of Science, 58(4), 345–365.

Mustapa, S. (2020). Kandungan senyawa eugenol pada cengkeh. Jurnal Farmasi UMI, 8(2), 34–41.

Purwanto. (2009). Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. [dalam Setiawan & Muchlas, 2019]

Putra, R. (2015). Senyawa bioaktif mangga (Mangifera indica) dan potensinya. Jurnal Bioteknologi, 12(2), 89–95.

Rahayu, N., Lawa, A., & Manggara, B. (2019). Etnobotani tumbuhan obat masyarakat Sumba. Biosfer: Jurnal Tumbuhan Tropika, 6(1), 23–30.

Safratilofa. (2017). Aktivitas senyawa cinnamaldehyde kayu manis (Cinnamomum verum). Jurnal Sains Farmasi, 13(2), 122–130.

Sardjono, M. A. (2018). Kearifan lokal dalam pemanfaatan tumbuhan obat. Jurnal Penelitian Sosial dan Budaya, 9(1), 55–66.

Segawa, K. (2007). Effect of citronella oil (Cymbopogon nardus) on cholesterol metabolism. Journal of Essential Oil Research, 19(3), 231–236.

Setiawan, H., & Muchlas, M. (2019). Validasi media pembelajaran biologi. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 5(2), 112–120.

Seuk, B., Ndukang, S., & Missa, H. (2023). Studi etnobotani tumbuhan obat untuk menyembuhkan penyakit pada manusia oleh masyarakat Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan, 2(2), 42-51.

Silalahi, M., Suryanto, A., & Supriatna, J. (2015). Etnobotani tumbuhan obat masyarakat Batak Toba. Biodiversitas, 16(1), 44–55.

Sisilahi, M., Gulo, Y., & Saragih, W. (2018). Kandungan metabolit sekunder tumbuhan obat. Jurnal Biologi Sumatera, 6(2), 13–19.

Seo, E. L., Nau, G. W., & Seran, L. (2023). Inventarisasi jenis-jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai imunomodulator oleh masyarakat Desa Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan. JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi, 1(3), 175-187.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sundari, R. (2005). Kandungan eugenol daun sirih (Piper betle) dan aktivitas antibakterinya. Jurnal Farmasi Indonesia, 3(1), 18–24.

Suryadarma, I. (2019). Kearifan lokal dan pemanfaatan tumbuhan obat di Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.

Susanti, D., & Nuryani, E. (2020). Pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(2), 159–170.

Sfunit, N., Seran, L., Missa, H., Djalo, A., & Ndukang, S. (2022). Inventarisasi Tumbuhan Obat untuk Menyembuhkan Penyakit pada Hewan di Desa Tasinifu Kabupaten Timor Tengah Utara. BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi, 20(2), 13-20.

Ton, M., Missa, H., & Seran, L. (2025). Studi Kearifan Lokal Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat Di Desa Noinbila Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Media Informatika, 6(2), 1352-1363.

Untari, T. (2010). Senyawa aktif bawang putih (Allium sativum) sebagai antibakteri. Jurnal Biomedika, 3(2), 76–82.

Walujo, E. B. (2011). Pemanfaatan tumbuhan obat di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Biologi Tropika, 11(1), 33–42.

Wattimena, N., Ndukang, S., & Missa, H. (2023). Identifikasi Jenis Tumbuhan Obat Tradisional Yang Di Manfaatkan Untuk Mengobati Penyakit Pada Manusia Di Desa Naitimu Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu. JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi, 1(2), 151-158.

Wardana, R. (2002). Minyak atsiri jahe (Zingiber officinale) dan efek farmakologinya. Jurnal Farmasi Indonesia, 2(3), 145–152.

WHO. (2013). WHO traditional medicine strategy 2014–2023. Geneva: World Health Organization.

Wibowo Jatmiko, A. (2008). Kandungan minyak kemiri (Aleurites moluccanus) dan khasiatnya. Jurnal Kimia Indonesia, 3(2), 65–72.

Widya, R. (2010). Manfaat akar alang-alang (Imperata cylindrica) sebagai diuretik. Jurnal Farmasi Udayana, 2(1), 45–53.

Wijayanti, F. (2018). Pengembangan booklet berbasis potensi lokal untuk pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 6(2), 211–219.

Winarto, W. (2004). Khasiat kunyit (Curcuma longa) sebagai obat tradisional. Cermin Dunia Kedokteran, 145, 36–41.

Yudha, R. (2019). Aktivitas senyawa quercetin jambu biji (Psidium guajava). Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia, 4(1), 19–27.

Published

2025-10-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Exploring the Local Wisdom of the Weol Tribe in the Use of Medicinal Plants as a Source for Developing Educational Booklets”, JBIOEDRA, vol. 3, no. 1, Oct. 2025, Accessed: Jun. 30, 2026. [Online]. Available: https://www.journal.unwira.ac.id/index.php/JBIOEDRA/article/view/3743

Most read articles by the same author(s)