Fragmentasi penggunaan ruang jalan di Kampung Pecinan Semarang, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v7i1.1181Kata Kunci:
Aktivitas, Fragmentasi, Informal, Jalan Gang Baru, Ruang jalanAbstrak
Kampung Pecinan Semarang merupakan sentra perdagangan yang turut mendorong perkembangan ekonomi kota. Aktivitas ekonomi menjadi dinamika keseharian masyarakat di permukiman ini. Seiring meluasnya jangkauan ekonomi, berbagai peluang ekonomi muncul dan memicu kehadiran aktivitas ekonomi yang informal. Aktivitas informal ini berasal dari inklusivitas masyarakat setempat dalam menggunakan jalan sebagai wadah aktivitas ekonomi kawasan. Pada Jalan Gang Baru, jalan tidak hanya menjadi wadah aktivitas penghubung ruang kawasan, namun juga berperan sebagai wadah aktivitas informal berupa pasar tradisional. Luapan aktivitas jual-beli tumpah memprivatisasi ruang jalan, baik dari ruko maupun lapak pedagang kaki lima yang tersebar di sepanjang jalan. Tren klaim aktivitas pasar tradisional telah mengkomodifikasi penggunaan formal jalan yang berperan sebagai prasarana akses. Perbedaan peran aktivitas formal dan informal menyebabkan penggunaan ruang jalan terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fragmentasi penggunaan ruang Jalan Gang Baru yang disebabkan oleh segmentasi berbagai kepentingan aktivitas informal. Metodologi penelitian kualitatif dilakukan melalui pengamatan penggunaan jalan secara bottom-up di Jalan Gang Baru. Keragaman aktivitas diklasifikasikan menurut kelompok fragmen pengguna jalan, oleh praktik organisasi maupun perilaku spontan masyarakat, yang merespon secara partisipatif maupun antagonis terhadap intensi formal jalan. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa dialog keberagaman aktivitas di Jalan Gang Baru merepresentasikan penggunaan ruang jalan yang terfragmentasi.
Unduhan
Referensi
Alca˘ntara De Vasconcellos, Eduardo. 2004. ‘The Use of Streets: A Reassessment and Tribute to Donald Appleyard’. Journal of Urban Design 9 (1): 3–22. https://doi.org/10.1080/1357480042000187686.
Alfanadi Agung Setiyawan, Suzanna Ratih Sari, and Agung Budi Sardjono. 2020. ‘Persepsi Atribut Pedagang Kaki Lima Terhadap Pemanfaatan Trotoar Pandanaran’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (2): 287–96. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.436.
BAPPEDA Kota Semarang. 2011. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031. Indonesia. http://jdih.semarangkota.go.id/ildis_v2/public/pencarian/499/detail.
Capulong Reyes, Rowena. 2016. ‘Public Space as Contested Space: The Battle over the Use, Meaning and Function of Public Space’. International Journal of Social Science and Humanity 6 (3): 201–7. https://doi.org/10.7763/IJSSH.2016.V6.643.
Choironi, Rosida. 2004. ‘Karakteristik Ruang Gang Baru, Pecinan Semarang’. Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/12016/1/2004MTA3192.pdf.
Francis, Jacinta, Billie Giles-Corti, Lisa Wood, and Matthew Knuiman. 2012. ‘Creating Sense of Community: The Role of Public Space’. Journal of Environmental Psychology 32 (4): 401–9. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2012.07.002.
Han, Wang, and Jia Beisi. 2015. ‘A Morphological Study of Traditional Shophouse in China and Southeast Asia’. Procedia - Social and Behavioral Sciences 179 (April): 237–49. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.02.427.
Handinoto. 1999. ‘Lingkungan “Pecinan” Dalam Tata Ruang Kota Di Jawa Pada Masa Kolonial’. DIMENSI (Jounal of Architecture and Buit Environment) 27 (1): 20–29. https://dimensi.petra.ac.id/index.php/ars/article/view/15704.
Hendrawan, Christianto, and Yohanes Basuki Dwisusanto. 2017. ‘Active Concept in Pedestrian Design’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 2 (1): 15–32. https://doi.org/10.30822/arteks.v2i1.38.
Humanitarian OpenStreetMap Team. 2019. ‘Atlas Infrastruktur Kota Semarang’. OpenStreetMap.Id. 2019. https://openstreetmap.id/kota-semarang/.
Kamalipour, Hesam. 2020. ‘Improvising Places: The Fluidity of Space in Informal Settlements’. Sustainability 12 (6): 2293. https://doi.org/10.3390/su12062293.
Lydon, Mike, Anthony Garcia, and Andres Duany. 2015. Tactical Urbanism: Short-Term Action for Long-Term Change. Washington DC: Island Press.
Madanipour, Ali. 2010. Whose Public Space? Whose Public Space? International Case Studies in Urban Design and Development. London: Routledge.
———. 2017. Cities in Time: Temporary Urbanism and the Future of the City. London, England: Bloomsbury Academic.
Mberu, Yuliana Bhara, and Yohanes Djarot Purbadi. 2018. ‘The Significance of the Space of Kota Lama Kupang Street According to the Informal and Formal Street Vendors’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (1): 79–100. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i1.56.
Mela, Alfredo. 2014. ‘Urban Public Space between Fragmentation, Control and Conflict’. City, Territory and Architecture 1 (1): 15. https://doi.org/10.1186/s40410-014-0015-0.
Micek, Michał, and Sylwia Staszewska. 2019. ‘Urban and Rural Public Spaces: Development Issues and Qualitative Assessment’. Bulletin of Geography. Socio-Economic Series 45 (45): 75–93. https://doi.org/10.2478/bog-2019-0025.
Murtini, Titien Woro, and Sri Hartuti Wahyuningrum. 2017. ‘Penggunaan Ruas Jalan Sebagai Pasar Tradisional Di Gang Baru Pecinan, Semarang’. MODUL 17 (1): 17. https://doi.org/10.14710/mdl.17.1.2017.17-21.
Pemerintah RI. 2004. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan. Indonesia. https://www.jogloabang.com/pustaka/uu-38-2004-jalan.
Pratiwo. 2010. Arsitektur Tradisional Tionghoa Dan Perkembangan Kota. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Purwanto, L. M. F. 2005. ‘Kota Kolonial Lama Semarang (Tinjauan Umum Sejarah Perkembangan Arsitektur Kota)’. DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment 33 (1). https://dimensi.petra.ac.id/index.php/ars/article/view/16273.
Rosiana, Maria. 2002. ‘Kajian Pola Morfologi Ruang Kawasan Pecinan (Studi Kasus : Kawasan Pecinan Semarang)’. Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/12144/1/2002MTA2026.pdf.
Setiawan, Deka. 2012. ‘Interaksi Sosial Antar Etnis Di Pasar Gang Baru Pecinan Semarang Dalam Perspektif Multikultural’. Journal of Education Social Studies 1 (1): 42–47. https://doi.org/10.15294/JESS.V1I1.84.
Teviningrum, Shinta. 2020. ‘Traditional Markets as Culinary Tourism Destinations, Case Study on Pasar Gang BaruSemarang’. In Culture, People, and Technology The Driving Forces for Tourism Cities Conference Proceedings, edited by I Made Adhi Gunadi, Devi Roza Kausar, Riza Firmansyah, and James Kennell, 287–95. Jakarta: ITSA Biennieal Conference 2020. https://www.academia.edu/45115758/Culture_People_and_Technology_The_Driving_Forces_for_Tourism_Cities_Proceedings_of_8th_ITSA_Biennial_Conference_2020.
Tyrväinen, Karl. 2015. ‘Stockholm Temporary : Relevancy & Potentials for Implementing Temporary Architecture in Stockholm’. Swedish University. https://stud.epsilon.slu.se/7575/1/tyrvainen_k_150126.pdf.

























