Relasi makna atap bale nyungcung dengan ruang dalam arsitektur Masjid di Tatar Sunda
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v6i1.538Kata Kunci:
Arsitektur Masjid, Arsitektur Sunda, Bale nyungcung, Relasi makna, Ruang dalamAbstrak
Arsitektur vernakular Sunda untuk tipe bangunan besar mengalami stagnasi bentuk dan fungsi akibat tidak ditemukannya artefak selain pada rumah-rumah kampung yang ada. Data mengenai istana atau keraton dan atap berundak hanya ditemukan dalam tulisan dari lontar dan dari pengamat luar pada abad XVI. Setelah menghilang selama lebih kurang dua abad, muncul fenomena atap bale nyungcung dalam Masjid pada abad XVI-XIX di Jawa Barat. Fenomena atap bale nyungung menjadi isu yang menarik untuk dikaji, yakni bagaimanakah korelasi antara atap bale nyungcung sebagai bangunan lokal dengan ruang dalam masjid tersebut? Kajian dilakukan terhadap Masjid Agung yang tersebar di Tatar Sunda yaitu Provinsi Jawa Barat dan Banten. Kasus studi penelitian yaitu bangunan Masjid Agung yang berlokasi di Majalaya, Manonjaya dan Banten. Metoda penelitian bersifat kualitatif dan interpretative, menggunakan teori anatomi bangunan dengan analisis terhadap lingkup bentuk dan lingkup sosok atap bale nyungcung yang bertujuan untuk mengungkap relasi antara atap bale nyungcung dengan ruang dalam masjid. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa relasi makna atap bale nyungcung dengan ruang dalam Masjid, menunjukkan adanya penyesuaian antara acuan dasar Masjid dengan atap bale nyungcung sebagai salah satu ciri bangunan lokal Sunda.
Unduhan
Referensi
Anisa, Anggana Fitri Satwikasari, and M. Sahril Adhi Saputra. 2019. ‘Penerapan Konsep Arsitektur Tradisional Sunda Pada Desain Tapak Lanskap Dan Bangunan Fasilitas Resort’. In Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 1–10. Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek/article/view/5227/3506.
Ashadi. 2012. ‘Perkembangan Arsitektur Mesjid Walisongo Di Jawa: Perubahan Ruang Dan Bentuk’. Nalars: Jurnal Arsitektur FT-UMJ 11 (2): 143–60. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/nalars/article/view/587/548.
Bonta, Juan Pablo. 1979. Architecture and Its Interpretation: A Study of Expressive Systems in Architecture. 1st ed. New York: Rizzoli International Publication Inc.
Broadbent, Geoffrey. 1987. The Deep Structure of Architecture Dalam, Sign, Symbol and Architecture. Edited by John Willey Sons. New York.
Budimansyah. 2019. ‘Rekonstruksi Kota Galuh Pakwan (1371 - 1475 M) Dan Kota Pakwan Pajajaran (1482 - 1521 M)’. Universitas Padjadjaran. http://repository.unpad.ac.id/frontdoor/index/index/docId/28666.
Danesi, Marcel. 2007. The Quest for Meaning: A Guide to Semiotic Theory and Practice. Canada: University of Toronto Press, Scholarly Publishing Division.
Eliade, Mircea. 2013. The Quest: History and Meaning in Religion. Chicago, United States: University of Chicago Press.
Harari, Yuval Noah. 2014. Sapiens: A Brief History of Humankind. The Guardian. London: Harvill Secker.
Hurford, James R. 2007. The Origins of Meaning (Oxford Studies in the Evolution of Language). 1st ed. Great Britain: Oxford University Press.
Jencks, Charles. 1997. Theories and Manifestoes of Contemporary Architecture. Edited by Karl Kropf. London: Academy Press.
Kurniawan, Aris. 2014. ‘Kajian Historis Dan Filosofis Kujang’. Rekarupa: Jurnal Desain Dan Seni Rupa 2 (1): 29–40. https://core.ac.uk/download/pdf/267848988.pdf.
Lubis, Nina Herlina. 2000. Tradisi Dan Transformasi Sejarah Sunda. Bandung: Humaniora Utama Press.
Nurwansyah, Ilham. 2013. ‘Naskah Lontar Sunda Kuna Sanghyang Siksa Kandang Karesian (624): Sebuah Anomali Pada Pernaskahan Sunda Kuna’. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara 4 (1). https://doi.org/https://doi.org/10.37014/jumantara.v4i1.408.
Paramitha, Nadya Wicitra, and Purnama Salura. 2020. ‘Relasi Antara Sakralitas Ritual Peribadatan Berjamaah Dengan Konfigurasi Spasial Arsitektur Masjid Sulthoni Plosokuning’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (2). https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.103.
Pinker, Steven. 2018. Enlightenment Now: The Case for Reason, Science, Humanism, and Progress. New York: Viking Penguin. https://books.google.co.id/books?id=J6grDwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=Pinker,+2018+ENLIGHTENMENT+NOW&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiV3r6BocTqAhVUb30KHdnfC3MQ6AEwAHoECAMQAg#v=onepage&q=Pinker%2C 2018 ENLIGHTENMENT NOW&f=false.
Rapoport, Amos. 1969. House, Form, and Culture. New York: Prentice Hall.
———. 2005. Culture, Architecture, and Design. Chicago, United States: Locke Science Publishing Co., Inc. http://www.egyptarch.gov.eg/sites/default/files/pdf/Books/Culture Architecture%26Design.pdf.
Rosidi, Ajip. 2010. Mencari Sosok Manusia Sunda: Sekumpulan Gagasan Dan Pikiran. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Salura, Purnama. 2007. Menelusuri Arsitektur Masyarakat Sunda. Bandung: Cipta Sastra Salura.
———. 2015. Sebuah Kritik: Arsitektur Yang Membodohkan. Bandung: Gakushudo Publisher.
———. 2018. ‘Anatomy of Architecture Based on the Creation of Space for Activity’. International Journal of Engineering & Technology 7 (2.14): 205–7.
Salura, Purnama, and Bachtiar Fauzy. 2012. ‘The Ever-Rotating Aspects of Function-Form-Meaning in Architecture’. International Journal of Basic and Applied Scientific Research.
Sumardjo, Jakob. 2009. ‘Kosmologi Dan Pola Tiga Sunda’. Jurnal Imaji Maranatha 4 (2): 101–10. https://media.neliti.com/media/publications/218259-kosmologi-dan-pola-tiga-sunda.pdf.

























