Relasi antara kegiatan dengan pola massa-ruang Desa Tradisional Bali Aga - Tenganan Pegringsingan
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v5i3.536Kata Kunci:
Desa Tradisional Bali Aga, Kegiatan tradisi masyarakat, Pola massa-ruang, RelasiAbstrak
Globalisasi adalah proses keseragaman yang dialami di seluruh dunia. Dampaknya juga pada wujud arsitektur, termasuk desa-desa tradisional di Indonesia. Meskipun demikian, beberapa desa mampu mempertahankan jati dirinya, seperti pada desa tradisional Bali Aga Pegunungan di Bali, dengan pola massa-ruang yang tidak mengalami perubahan. Dari fenomena tersebut, penelitian difokuskan pada relasi antara kegiatan tradisi masyarakat dengan pola massa-ruangnya, dengan kasus studi yang dipilih adalah desa adat Bali Aga Tenganan Pegringsingan. Metode penentuan dan pengumpulan data dilakukan secara purposive dan cross section, dengan langkah-langkah: memilih bangunan yang belum berubah, pengambilan foto, video, drone, serta wawancara langsung di lapangan. Data-data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif berlandaskan pada teori penataan (ordering principles). Hasil Penelitian ini menegaskan, bahwa pola massa-ruang pada desa Tenganan Pegringsingan terbangun akibat relasi yang erat dengan kegiatan-kegiatan tradisi masyarakatnya. Penelitian ini dapat memberi manfaat sebagai masukan dalam Pengembangan dalam ilmu arsitektur, pemerintah daerah sebagai pembuat kebijakan, arsitek akademisi dan praktisi, serta masyarakat luas.
© 2020 Lydia Dewi Setiawan, Purnama Salura, Bachtiar Fauzy
Unduhan
Referensi
Agusintadewi, Ni Ketut, and I Wayan Yuda Manik. 2016. ‘Menguak Tradisi Masyarakat Desa Bali Aga Di Kabupaten Bangli: Desa Sekardadi Dalam Jelajah Arsitektur’. Denpasar. https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/2aa98a4674ed072fa4db08996435de12.pdf.
Antariksa. 2018. Arsitektur Dalam Dinamika Ruang Bentuk Dan Budaya. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.
Bali Teen Adventure. 2015. ‘Masyarakat Bali Aga Dan Sejarah Asal Muasal Penduduk Bali’. Bali Teen Adventure. 2015. http://baliteen-adventure.blogspot.com/2015/06/masyarakat-bali-aga-dan-sejarah-asal.html.
Budihardjo, Rachmat. 2019. ‘Pengaruh Pariwisata Pada Adaptasi Fungsi, Bentuk Dan Ruang Arsitektur Puri, Studi Kasus: Puri Saren Agung Ubud’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 4 (1): 63–72. https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.80.
Dwijendra, Ngakan Ketut Acwin. 2009. Arsitektur & Kebudayaan Bali Kuno. Edited by Jiwa Atmaja. Denpasar: Kerjasama CV. Bali Media Adhikarsa [dan] Udayana University Press.
Hidayatun, Maria I., Josef Prijotomo, and Murni Rachmawati. 2014a. ‘Arsitektur Nusantara Sebagai Dasar Pembentuk Regionalisme Arsitektur Indonesia’. In Transformasi Nilai-Nilai Tradisional Dalam Arsitektur Masa Kini, 1–9. Surabaya: Petra Christian University. http://repository.petra.ac.id/17366/1/Publikasi1_85012_2286.pdf.
Hidayatun, Maria I, Josef Prijotomo, and Murni Rachmawati. 2014b. ‘Arsitektur Di Indonesia Dalam Perkembangan Jaman, Sebuah Gagasan Untuk Jati Diri Arsitektur Di Indonesia’. In Ruang & Tempat Dalam Latar Indonesia. Yogyakarta: Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia dan Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Kristen Duta Wacana. http://repository.petra.ac.id/16632/1/Publikasi1_85012_1436.pdf.
Kumurur, Veronica A., and Setia Damayanti. 2011. ‘Pola Perumahan Dan Pemukiman Desa Tenganan Bali’. Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan Dan Arsitektur 3 (2): 7–14. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/SABUA/article/view/246/193.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI. 2010. Pedoman Umum Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata Melalui Desa Wisata. Indonesia. https://www.kemenparekraf.go.id/post/peraturan-menteri-kebudayaan-dan-pariwisata-nomor-pm26um001mkp2010.
Nabakov, Peter, and Pater Nabokov. 1999. ‘No TitEncyclopedia of Vernacular Architecture of the Worlde’. Traditional Dwellings and Settlements Review 10 (2): 69–75. https://doi.org/10.2307/23566265.
Noerwidi, Sofwan. 2018. ‘Migrasi Autronesia Dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Budaya Di Kepulauan Indonesia’. AMERTA 32 (1). https://doi.org/10.24832/amt.v32i1.374.
Oliver, Paul. 1998. Encyclopedia of Vernacular Architecture of the World. London, England: Cambridge University Press.
Penny, James S. 1987. ‘Recent Advances in Indo-Paciflc Prehistory. V. N. Misra and Peter Bellwood, Editors. Oxford and IBH Publishing Co., New Delhi, 1985. Xxvi + 525 Pp., Figures, Plates, Tables, References, Index, (Cloth). - Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago. Peter’. American Antiquity 52 (3): 665–665. https://doi.org/10.2307/281634.
Runa, I Wayan. 2018. Arsitektur Publik Bali Kuno: Sistem Spasial Desa Pegunungan. Denpasar: Udayana University Press.
Sahroni, Ade. 2012. ‘Arsitektur Vernakular Indonesia: Peran, Fungsi, Dan Pelestarian Di Dalam Masyarakat’. Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Menggali Masa Lalu, Pada Masa Kini, Untuk Masa Depan Yang Cerah. 2012. https://iaaipusat.wordpress.com/2012/03/19/arsitektur-vernakular-indonesia-peran-fungsi-dan-pelestarian-di-dalam-masyarakat/.
Salura, Purnama. 2010. Arsitektur Yang Membodohkan. 1st ed. Bandung: CSS Publishing.
———. 2018. ‘The Philosophy of Architectural Ordering Principles’. International Journal of Engineering and Technology (UAE) 7 (2.9): 52–55. https://doi.org/10.14419/ijet.v7i2.9.13346.
Soeriadiredja, Purwadi, and Aliffiati. 2017. ‘Napak Tilas Jati Diri Orang Bali Aga’. Sunari Penjor : Journal of Anthropology 1 (1): 43–52. https://ojs.unud.ac.id/index.php/penjor/article/view/34864/21094.
Sumunar, Dyah Respati Suryo, Suparmini, and Sriadi Setyawati. 2017. ‘Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan’. Jurnal Penelitian Humaniora 22 (2): 111–24. https://journal.uny.ac.id/index.php/humaniora/article/view/19929/pdf.
Widiastuti. 2018. ‘Ketahanan Budaya Masyarakat Bali Aga Dalam Menciptakan Desa Wisata Yang Berkelanjutan’. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) 8 (1): 93. https://doi.org/10.24843/JKB.2018.v08.i01.p06.
Yanuarta, I Wayan Aquaris, Pitri Ermawati, and Kusrini Kusrini. 2019. ‘Tradisi Mekare-Kare Di Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan Dalam Fotografi Dokumenter’. Spectā: Journal of Photography, Arts, and Media 2 (1): 57–68. https://doi.org/10.24821/specta.v2i1.2468.

























