Akulturasi arsitektur lokal dan modern pada bangunan P-House, Salatiga
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.112Kata Kunci:
Akulturasi arsitektur, Archetypes, Arsitektur lokal, Arsitektur modernAbstrak
Rumah dengan konsep akulturasi lokal dan modern pada masa kini sudah cukup banyak diterapkan salah satunya pada P-House karya Budi Pradono di Salatiga. Pemahaman mengenai keberadaan kelokalan dan nilai modern dalam metode merancang bangunan diperlukan untuk mengolah dan memperkuat nilai lokal agar tetap dapat di era modern serta memperkaya budaya itu sendiri. Pada kasus studi P-House ini kita dapat menjabarkan keberadaan kelokalan dan nilai modern yang terdapat dalam bangunan kedalam konsep tapak, bentuk, ruang, struktur, serta material secara deskriptif untuk kemudian menemukan dominasi antara kelokalan dan nilai modern yang diterapkan kedalam tiga segmen bangunan yaitu kepala, badan, dan kaki. Hasil penemuan yang diperoleh dari proses ini mampu menunjukkan dominasi serta penempatan kelokalan dan nilai modern yang dipilih oleh Budi Pradono dalam merancang P-House. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menjabarkan objek studi, analitik untuk membedah objek studi dengan teori, dan interpretatif dalam melakukan penarikan kesimpulan dalam usaha memahami dominasi penerapan kelokalan dan nilai modern dalam metode perancangan juga berguna untuk mendefinisikan bentuk akulturasi yang digunakan atau digolongkan melalui perancangan bangunan rumah tinggal.
© 2020 Adityo Purnomo, Bachtiar Fauzy
Unduhan
Referensi
Arinto, Fransiscus Xaverius Eddy. 2018. ‘Pelestarian Arsitektur Berdasarkan Architectural Architypes Melalui Metode Grafis’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (1): 29–36. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i1.52.
Brata, I. 2016. ‘Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa’. Jurnal Bakti Saraswati 5 (1): 9–16. https://jurnal.unmas.ac.id/index.php/Bakti/article/view/226/201.
Danes, Ir Nyoman Popo Priyatna. 2018. ‘Ancient Architectural Influence Between Bali and Majapahit: Drawing Upon the Affinities with Ancient Indian Architecture and the Way It Is Developed in Bali’. In Cultural and Civilisational Links between India and Southeast Asia, 275–89. Singapore: Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-10-7317-5_16.
Djono, Djono, Tri Prasetyo Utomo, and Slamet Subiyantoro. 2012. ‘Nilai Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa’. Humaniora 24 (3): 269–78. https://doi.org/10.22146/jh.1369.
Kartono, J. Lukito. 2005. ‘Konsep Ruang Tradisional Jawa Dalam Konteks Budaya’. Dimensi Interior 3 (2): 124–36. https://media.neliti.com/media/publications/217877-konsep-ruang-tradisional-jawa-dalam-kont.pdf.
Koentjaraningrat. 2000. Kebudayaan, Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lalu, Efraim, and Bachtiar Fauzy. 2020. ‘Dominasi Ragam Akulturasi Lokal-Moderen Pada Bangunan Casablancka Residence, Bali’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (1): 67–74. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.187.
Pawitro, U. 2010. ‘Fenomena Post-Modernisme Dalam Arsitektur Abad Ke-21’. Jurnal Itenas Rekayasa 14 (1): 40–48.
Pitana, Titis S. 2007. ‘Reproduksi Simbolik Arsitektur Tradisional Jawa: Memahami Ruang Hidup Material Manusia Jawa’. GEMA TEKNIK Majalah Ilmiah Teknik 10 (2): 126–33. http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/gem/article/view/17615/17530.
Refranisa. 2019. ‘Pola Permukiman Di Dusun Mantran Weran Magelang Dalam Bingkai Kebudayaan Jawa’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 159–70. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.67.
Salura, Purnama. 2010. Arsitektur Yang Membodohkan. 1st ed. Bandung: CSS Publishing.
———. 2012. ‘Sintesis Elemen Arsitektur Lokal Dengan Non Lokal, Studi Kasus: Gedung Sate Di Bandung, Gedung UPS Di Tegal’. Bandung.
———. 2015. ‘Rethinking Architectural Design Studio Education in Global Era’. International Journal of Academic Research 7 (3): 218–21.
Salura, Purnama, and Stephanie Clarissa. 2018. ‘Interpreting Architectural Expression of House of Representative Building, Case Study: East Java Provincial House of Representative Building in Surabaya, East Java, Indonesia’. Journal of Advanced Research in Dynamical and Control Systems, no. 02-Special Issue: 1543–52. https://www.jardcs.org/backissues/abstract.php?archiveid=4664.
Salura, Purnama, Stephanie Clarissa, and Reginaldo Christophori Lake. 2020. ‘The Application of Sundanese Vernacular Concept to The Design of Modern Building-Case Study: Aula Barat (West Hall) of Bandung Institute of Technology, West Java, Indonesia’. Journal of Design and Built Environment. Vol. 20.
Salura, Purnama, and Bachtiar Fauzy. 2012. ‘The Architectural Adaptation of Javanese Ethnic Houses to the Architectural Influence of Arab Ethnic Houses in Gresik’. Journal of Applied Environmental and Biological Sciences.
Scholte, Jan Aart. 2005. Globalization: A Critical Introduction. 2nd ed. United Kingdom: Red Globe Press.
Soehardi. 2012. ‘Nilai-Nilai Tradisi Lisan Dalam Budaya Jawa’. Humaniora 14 (3): 1–13. https://doi.org/10.22146/jh.v14i3.763.
Sumardiyanto, Bonifasius. 2019. ‘Pengaruh Renovasi Terhadap Makna Rumah Tradisional Masyarakat Jawa, Kasus Studi: Kotagede Yogyakarta’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 113–28. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.62.
Tebbutt, Luke. 2015. ‘Budi Pradono Architects’ Bamboo House Mimics the Shapes of Nearby Buildings and Mountains’. Dezeen. 2015. https://www.dezeen.com/2015/08/03/budi-pradono-architects-bamboo-dancing-mountain-house-multiple-roof-funnels-salatiga-indonesia/.
Thiss-Evensen, Thomas. 1987. Archetypes in Architecture. Oxford: Oxford University Press.
Yusuf, Stephanie Arvina. 2016. ‘Wujud Akulturasi Arsitektur Pada Aspek Fungsi, Bentuk, Dan Makna Bangunan Gereja Kristen Pniel Blimbingsari Di Bali’. ARTEKS : Jurnal Teknik ArsitekturJurnal Teknik Arsitektur 1 (2): 15–30. https://doi.org/10.30822/arteks.v1i1.22.

























