Penilaian kualitas estetika elemen arsitektural bangunan Kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Malang

Penulis

  • Syamsun Ramli Program Studi Magister Arsitektur Lingkungan Binaan, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang , Program Studi Magister Arsitektur Lingkungan Binaan, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang
  • Antariksa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang , Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang
  • Herry Santosa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang , Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.250
Crossmark

Kata Kunci:

Bangunan Kolonial, Elemen arsitektural, Estetika

Abstrak

Karakter suatu bangunan dibentuk oleh beberapa elemen. Diantaranya adalah elemen arsitektural. Elemen arsitektural bisa dinilai menggunakan skala penilaian kualitas estetika. Nilai estetika berkaitan erat dengan persepsi masyarakat. Bangunan Kolonial di Jalan Basuki Rahmat Malang memiliki karakter yang khas sehingga patut dilestarikan. Penilaian estetika bangunan merupakan langkah awal dalam upaya pelestarian bangunan Kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas estetika elemen arsitektural bangunan Kolonial di Jalan Basuki Rahmat Malang. Kuesioner digunakan untuk pengambilan data. Pengukuran kualitas estetika dilakukan dengan menggunakan semantic differential scale. Masyarakat diminta menilai kualitas estetika bangunan berdasarkan persepsinya masing-masing dengan melihat foto. Data dianalisis menggunakan  descriptive statistics, independent samples test, dan linier regression. Hasil penelitian menunjukan bahwa elemen arsitektural yang berdampak paling signifikan terhadap keindahan bangunan kolonial adalah fasade. Bangunan kolonial dengan nilai estetika tertinggi adalah Gereja Hati Kudus Yesus Malang.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Antariksa, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang
    S1 – Universitas Gadjah Mada S2 – Kyoto Institute of Technology S3 – Kyoto Institute of Technology
  • Herry Santosa, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang

    S1 – Universitas Brawijaya

    S2 – Institut Teknologi Bandung

    S3 – Yamaguchi University

Referensi

Allen, Edward. 2016. Architectural Detailing: Function, Constructibility, Aesthetics. 3rd ed. New York: Wiley.

Anggraini, Dessy, dan Dwita Hadi Rahmi. 2019. “Karakteristik fasad bangunan Indis di kawasan jalan Prawitotaman Yogyakarta.” ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 4 (1): 45–56. https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.78.

Antariksa. 2013. “Sejarah Dan Perkembangan Arsitektur Kawasan Kayutangan ‘In Utilization Vrml System for Encourage Community Participationon City Planning and Design Process.’” Malang.

———. 2017. Teori & metode pelestarian arsitektur & lingkungan binaan. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

Anwar, Wadjiz. 1980. Filsafat Estetika. Yogyakarta: NUR CAHAYA. http://103.248.219.186/bacayuk/Esai/filsafat estetika.pdf.

Askari, Amir Hossein, dan Kamariah Binti Dola. 2009. “Influence of Building Façade Visual Elements on Its Historical Image Influence of Building Façade Visual Elements on Its Historical Image: Case of Kuala Lumpur City, Malaysia.” Journal of Design and Built Environment 5 (1): 49–59. https://ejournal.um.edu.my/index.php/jdbe/article/view/4971/2813.

Azis, Baskoro, Herry Santosa, dan Jenny Ernawati. 2019. “Penilaian Persepsi Masyarakat Terhadap Bangunan Besejarah Di Koridor Kayutangan, Malang, Indonesia.” Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal 11 (1): 1–15. https://doi.org/10.26905/lw.v11i1.2514.

Cahyono, M. Dwi. 2011. Sejarah Daerah Batu, Rekonstruksi Sosio-Budaya Lintas Masa. Jejak Kata Kita.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang. 2013. Wanwacarita Kesejarahan Desa-desa Kuno di Kota Malang. Malang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang.

Eymeren, Margaretha Margawati van. 2016. “Memahami Persepsi Visual: Sumbangan Psikologi Kognitif Dalam Seni dan Desain.” Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual 7 (2): 47–63. https://doi.org/10.31937/ultimart.v7i2.387.

Fauziah, Nur, Antariksa Antariksa, dan Jenny Ernawati. 2012. “Kualitas Visual Fasade Bangunan Modern Pasca Kolonial di Jalan Kayutangan Malang.” RUAS 10 (2): 11–18. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2012.010.02.2.

Harani, Arnis Rochma, dan Ken Motic. 2017. “Pengaruh Fasade Bangunan Terhadap Karakter Visual Kawasan (Studi Kasus: Pecinan Semarang, Malaysia Dan Singapura).” Jurnal Pengembangan Kota 5 (1): 1–8. https://doi.org/10.14710/jpk.5.1.1-8.

Hardinoto. 1996. Perkembangan Kota & Arsitektur Kolonial Belanda di Malang. 1 ed. Yogyakarta: Diterbitkan atas kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Kristen PETRA dan penerbit Andi.

Jennath, K. Aysha, dan Nidhish P. J. 2016. “Aesthetic Judgement and Visual Impact of Architectural Forms: A Study of Library Buildings.” In International Conference on Emerging Trends in Engineering, Science and Technology (ICETEST - 2015), 1808–18. Procedia Technology. https://doi.org/10.1016/j.protcy.2016.05.226.

Karisztia, Arthantya Dwi, Galih Widjil Pangarsa, dan Antariksa. 2008. “Tipologi Facade Rrumah Tinggal Kolonial Belanda di Kayutangan - Malang.” arsitektur e-journal.

Kerr’s, James Semple. 1982. The Conservation Plan. 7th ed. Australia: the National Trust of Australia (NSW).

Kiruthiga, K., dan K. Thirumaran. 2017. “Visual perception on the architectural elements of the built heritage of a historic temple town: A case study of Kumbakonam, India.” Frontiers of Architectural Research 6 (1): 96–107. https://doi.org/10.1016/j.foar.2016.10.002.

Krier, Rob. 1988. Komposisi Arsitektur. Jakarta: Erlangga.

Kuypers, K. 1977. Encyclopedie van de filosofie. 1st ed. Amsterdam: Elsevier.

Mulyadi, Lalu. 2018. Model Pengelolaan Bangunan Bernilai Sejarah di Kota Malang Berbasis Konservasi Arsitektur. Malang: CV. Dream Litera Buana. http://arsitektur-lalu.com/wp-content/uploads/2018/06/3.-Monograf-Konservasi-Arst..pdf.

Mulyadi, Lalu, dan Gaguk Sukowiyono. 2014. “Kajian Bangunan Bersejarah di Kota Malang sebagai Pusaka Kota (Urban Heritage) Pendekatan Persepsi Masyarakat.” In Temu Ilmiah IPLBI 2014, B_1-B_6. Palembang: Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI). https://temuilmiah.iplbi.or.id/wp-content/uploads/2015/01/TI2014-B-p001-006-Kajian-Bangunan-Bersejarah-di-Kota-Malang-sebagai-Pusaka-Kota-Urban-Heritage-Pendekatan-Persepsi-Masyarakat.pdf.

Ramli, Syamsun. 2018. “Tipologi Dan Morfologi Fasade Rumah Tradisional Kampung Ciptagelar.” Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal 10 (2): 75–90. https://doi.org/10.26905/lw.v10i2.2680.

Santosa, Herry, Desetri Eka Ferosa Adani, Triandriani Mustikawati, dan Nur Fauziah. 2015. “Integrasi Pendekatan Kualitatif Dan Kuantitatif Dalam Penilaian Estetika Fasade.” RUAS 13 (2): 77–88. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2015.013.02.9.

Santosa, Herry, Shinji Ikaruga, dan Takeshi Kobayashi. 2013. “Visual Evaluation of Urban Commercial Streetscape Through Building Owners Judgment.” Journal of Architecture and Planning (Transactions of AIJ) 78 (691): 1995–2005. https://doi.org/10.3130/aija.78.1995.

Santoso, Imam. 2017. “Penelusuran Historis Melalui Visual Bangunan Art Deco sebuah upaya Buffer Kualitas Wajah Kota ke Era Komersialisasi di Malang.” Mintakat: Jurnal Arsitektur 18 (1): 31–37. https://doi.org/10.26905/mintakat.v18i1.139.

Suri, Nur Sukma, dan Agung Sugiri. 2015. “Persepsi dan Preferensi Masyarakat terhadap Fasad Bangunan di Koridor Jalan Ki Samaun Kota Tangerang.” TATALOKA 17 (3): 148–60. https://doi.org/10.14710/tataloka.17.3.147-160.

Suryono, Alwin, Antariksa Sudikno, dan Purnama Salura. 2013. “Conservation of Dutch Colonial Architecture Heritage On Rectorate Building of Education University of Indonesia in Bandung.” Journal of Basic and Applied Scientific Research 3 (8).

Tri Widyanti, Artika, Antariksa, dan Ema Yunita Titisari. 2009. “Pelestarian Stasiun Kereta Api Kota Baru Malang.” arsitektur e-journal.

Truscott, Marilyn Claire. 2014. “Burra Charter: The Australia ICOMOS Charter for Places of Cultural Significance (1999).” In Encyclopedia of Global Archaeology. https://doi.org/10.1007/978-1-4419-0465-2_1046.

Diterbitkan

2020-04-01

Cara Mengutip

“Penilaian Kualitas Estetika Elemen Arsitektural Bangunan Kolonial Di Jalan Basuki Rahmat, Malang”. 2020. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (1): 93-106. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.250.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama