Dinamika perubahan, transformasi, dan permanensi lingkungan Pasar Baru Bandung tahun 1906 - 2019

Penulis

  • Alifi Diptya Nidikara Master of Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan , Program Studi Magister Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan
  • Yohanes Karyadi Kusliansjah Universitas Katolik Parahyangan image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.82
Crossmark

Kata Kunci:

bentuk kota, perubahan, transformasi, permanensi, lingkungan Pasar Baru Bandung

Abstrak

Pasar Baru sebagai salah satu simpul pertumbuhan pusat Kota Bandung yang perkembangannya turut membentuk karakteristik perkotaan kawasan pusat Kota Bandung. Lingkungan ini mengalami perubahan dan transformasi pada pola, tipe, maupun sistem yang terkait dengan lingkungan fisiknya, selama awal pembentukan kawasan hingga kini. Tujuan kajian ini untuk mendeskripsikan perubahan terkait non-fisik, transformasi, serta permanensi pada lingkungan Pasar Baru Bandung yang mempengaruhi perubahan karakteristiknya. Pendekatan studi adalah sinkronik-diakronik dengan metode kualitatif deskriptif dengan historical reading dari tahun 1906 hingga 2019 dan tissue analysis pada tahun 2019. Kajian dilakukan di sekitar Pasar Baru Bandung termasuk Jalan Otto Iskandardinata, Jalan ABC, Jalan Pecinan Lama, Jalan Alkateri dan jalan- kecil diantaranya. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa perubahan sistem seringkali terjadi pada akses dalam lingkungan, namun akses tidak mengalami transformasi signifikan dikomparasikan dengan fisik bangunan. Fungsi pada lingkungan bila dibandingkan dengan fisik bangungan cenderung permanen bila dibandingkan dengan transformasi pada bangunan dan kepadatan massa lingkungannya.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Alifi Diptya Nidikara, Master of Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan, Program Studi Magister Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

    Mahasiswa Program Studi Magister Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia

  • Yohanes Karyadi Kusliansjah, Universitas Katolik Parahyangan

    Dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

Referensi

Berry, Brian J. L. 1965. “Internal Structure of the City.” Law and Contemporary Problems. https://doi.org/10.2307/1190688.

Burgess, Ernest W. 2008. “The growth of the city: An introduction to a research project.” In Urban Ecology: An International Perspective on the Interaction Between Humans and Nature, diedit oleh John M. Marzulff, 19–27. New York: Springer Science+Business Media, L. L. C. https://doi.org/10.1007/978-0-387-73412-5_5.

Chaer, Abdul. 2003. Linguistik umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Fitrianto, Febri Nur. 2017. “Studi Dampak Pembangunan Stasiun Bandung Terhadap Daerah Sekitarnya.” In Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia “Heritage Tangible Intangible,” 241–46. Cirebon: Ikatan {Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia. https://doi.org/10.32315/sem.1.b241.

Hendrawan, Christianto, dan Yohanes Basuki Dwisusanto. 2017. “Konsep active living dalam perancangan jalur pedestrian, Studi kasus: Jalan L. L. R. E. Martadinata (Riau), Bandung, Jawa Barat.” ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 2 (2): 15–32. https://doi.org/10.30822/arteks.v2i1.38.

Kostof, Spiro, Greg Castillo, dan RIchard Tobias. 1999. The City Assembled : The Elements of Urban Form Through History. 1st North. Boston: Bulfinch Press.

Kostof, Spiro, dan Richard Tobias. 2012. “The City Shaped: Urban Patterns and Meanings Through History.” Space. London: Bulfinch Press. https://doi.org/10.1080/03612759.1992.9950662.

Kunto, Haryoto. 1984. Wajah Bandoeng Tempo Doeloe. 1 ed. Bandung: Granesia.

Kustedja, Sugiri. 2012. “Jejak Komunitas Tionghoa dan Perkembangan Kota Bandung.” Jurnal Sosioteknologi 11 (26): 105–15. http://journals.itb.ac.id/index.php/sostek/article/view/1095/701.

Nurtati, Soewarno, Hidjaz Taufan, dan Virdianti Eka. 2017. “Building transformation in Bandung city centre: Expansion of land lot at Pasar Baru area.” In 24th ISUF 2017 - City and Territory in the Globalization Age, 1015–25. Valencia: Universitat Politècnica de València. https://doi.org/10.4995/isuf2017.2017.6174.

Peraturan Pemerintah, RI. 2007. “Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 Tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern.” Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 1985 Tentang Jalan. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2007.03.021.

Pusat Bahasa Kemdikbud. 2016. “Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ).” Kementerian Pendidikan dan Budaya.

Ratcliffe, John. 1974. An Introduction to Town and Country Planning. United Kingdom: Hutchinson Educational.

Rohayati, Dede. 2018. “‘Saudagar Bandoeng’, 1906—1930-an.” Lembaran Sejarah 14 (1): 98–111. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.39863.

Setiawan, Ebta. 2012. “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online.” KBBI Indonesia. 2012.

Trancik, Roger. 1986. Finding Lost Space: Theories of Urban Design. Finding lost space. New York: John Wiley & Sons Inc.

Diterbitkan

2020-03-09

Cara Mengutip

“Dinamika Perubahan, Transformasi, Dan Permanensi Lingkungan Pasar Baru Bandung Tahun 1906 - 2019”. 2020. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (1): 27-38. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.82.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>