Peran sanro bola dalam tradisi membangun rumah tradisional Bugis di Kabupaten Soppeng
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.119Kata Kunci:
Arsitektur tradisional, Sanro Bola, Sulapa eppa'e, Rumah BugisAbstrak
Persebaran suku dan budaya yang begitu beragam menjadikan Indonesia menjadi negara yang kaya akan budaya. Bentuk rumah tradisional yang beragam merupakan simbol dan cerminan budaya pada setiap suku yang ada di Indonesia. Bentuk dan nilai arsitektur rumah tradisional Bugis di Sulawesi Selatan yang masih bertahan karena peran penting masyarakat suku Bugis merupakan contoh nilai budaya membangun rumah yang masih terjaga. Keterlibatan salah satu tokoh masyarakat seperti peran sanro bola dalam tradisi membangun rumah Bugis sangatlah penting karena ilmu dan pengalaman yang diterima diturunkan oleh nenek moyang mereka secara turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran sanro bola dalam melestarikan nilai-nilai tradisi membangun rumah Bugis Soppeng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat eksploratif. Hasil penelitian mengungkapkan peran sanro bola dalam proses tradisi membangun rumah tradisional Bugis Soppeng terbagi ke dalam 6 aspek yaitu pemimpin, pemilihan material, pemilihan waktu dan hari yang baik, arah orientasi rumah, mendirikan rumah dan penerapan filosofi sulapa eppa’e. Penerapan keenam aspek tersebut diterapkan oleh sanro bola secara fisik dan non fisik dengan tujuan untuk memberi arahan dan keselamatan bagi para penghuni rumah.
Unduhan
Referensi
Ardi, Muhammad, Bakhrani A. Rauf, dan Faizal Amir. 2017. “Desain Rumah Tinggal Berbasis Kearifan Lokal Suku Bugis yang Berwawasan Lingkungan.” In Research and Community Service Institute. Makassar: Universitas Negeri Makassar. https://ojs.unm.ac.id/semnaslemlit/article/view/4032.
Arinto, Fransiscus Xaverius Eddy. 2018. “Pelestarian arsitektur berdasarkan architectural architypes melalui metode grafis.” ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (1): 29–36. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i1.52.
Beddu, Syarif. 2009. “Arsitek Arsitektur Tradisional Bugis.” Jurnal Penelitian Enjiniring Fakultas Teknik Unhas 12 (2).
Beddu, Syarif, Ananta Yudono, Afifah Harisah, dan Moh Mochsen Sir. 2018. “Sulapa Eppa As The Basic or Fundamental Philosophy of Traditional Architecture Buginese.” In SHS Web of Conferences. Paris: EDP Sciences. https://doi.org/10.1051/shsconf/20184104005.
Budiharjo, Eko. 1994. Percikan Masalah Arsitektur, Perumahan, Perkotaan. Yogyakarta: University of Gadjah Mada Press.
Creswell, John W. 2012. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Diedit oleh Third Edition. Sage Publications, Inc. California: SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.1111/1467-9299.00177.
Hermawan, Iwan. 2014. ‘Bangunan Tradisional Kampung Naga: Bentuk Kearifan Warisan Leluhur Masyarakat Sunda’. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal 1 (2). https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1256.
Israel, Toby. 2003. Some Place Like Home: Using Design Psychology to Create Ideal Places. Academy Press.
Kumar, Ranjit. 2005. Research Methodology: A Step-by-Step Guide for Beginners. London: SAGE Publications, Inc.
Lake, Reginaldo Christophori. 2014. “Konsep Ruang Dalam dan Ruang Luar Arsitektur Tradisional Suku Atoni di Kampung Tamkesi di Pulau Timor.” E-Journal Graduate Unpar 1 (2): 61–74. http://journal.unpar.ac.id/index.php/unpargraduate/article/view/842/829.
———. 2015. Gramatika Arsitektur Vernakular Suku Atoni Di kampung Adat Tamkesi Di Pulau Timor. Yogyakarta: CV Sunrise.
Macknight, C. C., dan I. A. Caldwell. 2001. “Variation in Bugis Manuscripts.” ARCHIPEL, no. 61: 139–54. https://www.persee.fr/doc/arch_0044-8613_2001_num_61_1_3616.
Mahbud, M. Asar Said. 2008. “Hurupu ‘Sulapa Eppa’, Etika Lingkungan dan Kearifan Lokal.” urnal Hutan dan Masyarakat 3 (1): 21–26. https://media.neliti.com/media/publications/8221-ID-hurupu-sulapa-eppa-etika-lingkungan-dan-kearifan-lokal.pdf.
Majid, Abd. 2014. Pendidikan Berbasis Ketuhanan. Bogor: Bogor Ghalia Indonesia.
Mangunwijaya, Y. B. 2009. Wastu Citra: Pengantar ke ilmu budaya bentuk arsitektur, sendi-sendi filsafatnya, beserta contoh-contoh praktis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. https://books.google.co.id/books?id=nZgew4Ad-7gC&pg=PP5&lpg=PP5&dq=Mangunwijaya,+Y.+B.+(2009).+Wastu+citra:+pengantar+ke+ilmu+budaya+bentuk+arsitektur,+sendi-sendi+filsafatnya,+beserta+contoh-contoh+praktis.+PT+Gramedia+Pustaka+Utama.&source=bl&ots=9OYHpBS2GD&sig=ACfU3U3qFSY81Mmr6Wd6OwV1dBi2Hlk5SQ&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwibn43P55LoAhUXlEsFHbSkAMUQ6AEwBHoECAkQAQ#v=onepage&q=Mangunwijaya%2C Y. B. (2009). Wastu citra%3A pengantar ke ilmu budaya bentuk arsitektur%2C sendi-sendi filsafatnya%2C beserta contoh-contoh praktis. PT Gramedia Pustaka Utama.&f=false.
Maslow, Abraham H. 1994. Motivasi Dan Kepribadian : Teori Motivasi Dengan Pendekatan Hierarki Kebutuhan Manusia. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.
Pitoyo, Agus Joko, dan Hari Triwahyudi. 2017. “Dinamika Perkembangan Etnis di Indonesia dalam Konteks Persatuan Negara.” Populasi 25 (1): 64–81. https://doi.org/10.22146/jp.32416.
Purbadi, Yohanes Djarot, Achmad Djunaedi, dan Sudaryono Sudaryono. 2019. “Kearifan Kaenbaun sebagai Dasar Konseptual pada Tata Spasial Arsitektur Permukiman Suku Dawan di Desa Kaenbaun.” ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 187–204. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.71.
Robinson, Kathryn. 2005. Tradisi Membangun Rumah di Sulawesi Selatan (Tapak-tapak Waktu Kebudayaan, Sejarat, dan Kehidupan Sosial di Sulawesi Selatan. Makassar: Ininnawa.
Rosyadi. 2015. “Tradisi Membangun Rumah dalam Kajian Kearifan Lokal (Studi Kasus pada Masyarakat Adat Kampung Dukuh).” Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya 7 (3): 415–30. http://ejurnalpatanjala.kemdikbud.go.id/patanjala/index.php/patanjala/article/view/109/62.
Rosyidah, Sitti. 2009. “Keterkaitan Konsep Arsitektur Tradisional Rumah Bugis dengan Pemenuhan Kebutuhan Penghuni.” Universitas Hasanuddin Makassar. http://digilib.unhas.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/NmRkMzY3NTZjMmRjYTVhZTRlY2Y1MjdhMzhhYWM5ZjEzNWMzY2YzMw==.pdf.
Rusnandar, Nandang. 2015. “Tatacara Dan Ritual Mendirikan Rumah.” Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya 7 (3): 525–42. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v7i3.117.
Salura, Purnama, dan Reginaldo Christophori Lake. 2014. “The architectural language of inner and outer space as observed among the Atoni tribe in the Tamkesi kampong on Timor Island.” International Journal of Academic Research 6 (3). https://doi.org/10.7813/2075-4124.2014/6-3/a.29.
Wasilah, dan A. Hildayanti. 2016. “Filosofi Penataan Ruang Spasial Vertikal Pada Rumah Tradisional Saoraja Lapinceng Kabupaten Barru.” Review of Urbanism and Architectural Studies 14 (2): 70–79. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2016.014.02.7.
Wicaksana, Ida Bagus Agung. 2018. “The Art of Space and Architecture; Asta Kosala Kosali and Asta Bumi.” Bali Tourism Journal 2 (1): 14–18. http://balitourismjournal.org/ojs/index.php/btj/article/view/16/20.

























