Paham Ketuhanan “Pikukuh Tilu” dalam Ritual Seren Taun Penghayat Kepercayaan Sunda Wiwitan
DOI:
https://doi.org/10.30822/lumenveritatis.v15i2.3540Keywords:
Cigugur, paham ketuhanan, pikukuh tilu, seren taun, Sunda wiwitanAbstract
Sunda Wiwitan merupakan salah satu aliran kepercayaan tradisional yang berkembang di masyarakat Sunda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis paham ketuhanan dalam aliran kepercayaan Sunda Wiwitan di Cigugur, Jawa Barat. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara, penulis berfokus untuk mempelajari ajaran Pikukuh Tilu dan ritual Seren Tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam ajaran Pikukuh Tilu terdapat tiga dimensi hubungan antara Tuhan, manusia, dan semesta. Sementara itu, dalam ritual Seren Taun terungkat tiga hal penting berkaitan dengan paham ketuhanan, yaitu perwujudan keilahian yang dihayati oleh semua ciptaan, segala sesuatu datang dari pangersa Pangeran, dan penyerahan diri kepada Tuhan.
References
Adisaputri, et.al. “Territorial Identification of Vernacular Settlement Cigugur through the Practice of Seren Taun Ritual in Kuningan, West Java”. Procedia-Social and Behavioral Sciences,184, (2015): 196-215.
Djatikusumah, Juwita, Wawancara WhatsApp pada tanggal 6 Juni 2024 pukul 13.12 WIB
Iman Sukmana, Cornelius, Wawancara WhatsApp pada tanggal 8 Maret 2024 pukul 16.04 WIB
Indrawardana, Ira. “Berketuhanan dalam Perspektif Kepercayaan Sunda Wiwitan.” Melintas: Jurnal Internasional Filsafat dan Agama, 30 no. 1, (2014): 105-118.
Kurniasih, et. al. “Dimensi Keilahian Sunda Wiwitan Dalam Upacara Seren Taun di Cigugur.” Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam 7, no. 2, (2022): 259-273.
Liputan 6. “Angklung Warisan Budaya Takbenda Asli Indonesia, Ketahui Sejarah dan Jenisnya.” Diakses pada 30 Mei 2024. https://www.liputan6.com/hot/read/5127232/angklung-warisan-budaya-takbenda-asli-indonesia-ketahui-sejarah-dan-jenisnya.
Muttaqien, Ahmad. “Spiritualitas Agama Lokal Studi Ajaran Sunda Wiwitan Aliran Madrais di Cigugur Kuningan Jawa Barat.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 8, no. 1, (2013): 89-102.
Republika. “Sesilia Jawa di Situs Sejarah Arca Domas.” Diakses pada 30 Mei 2024. https://republika.co.id/amp/ms42fz/sesilia-jawa-di-situs-sejarah-arca-domas.
Royyani, Mohammad Fathi. “Upacara Seren Taun di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat: Tradisi Sebagai Basis Pelestarian Lingkungan.” Jurnal Niologi Indonesia 4, no. 5 (2008): 99-415.
Suhaenah, E., Rohaeni, A. J., & Listiani, W. “Rekonstruksi pikukuh Tilu dalam Manajemen Babarit pada Upacara Seren Taun Cigugur Kuningan.” Jurnal Institut Seni Budaya Indonesia, 27, no. 2 (2017): 168-176.
Saringendyanti, Etty dan Dade Mahzuni. “Lord in Sunda Wiwitan Perception.” Ssrg: International Journal of Medical Science 5, no. 7, (2018): 22-29. https://doi.org/10.14445/23939117/IJMS-V5I7P104
Setiawan, Iwan, Irfan Goffary dan Mohamad Hamim. “Indigenous Religion’s Strategy in Maintaining Their Belief.” International Journal of Islamic Khazanah 10, no.2, (2020): 61-68. https://doi.org/10.15575/ijik.v10i2.8417
Sidik, Muhammad. “Perkawinan Orang Islam Dengan Penghayat Kepercayaan” Skripsi S1, Universitas Islam Negeri, 2019.
Sukmana,Cornelius Iman. “Menuju Gereja yang Semakin Pribumi: Analisa Konflik Internal dalam Gereja Eks-ADS” Tesis S2, Universitas Sanata Dharma, 2006.
Utomo, Agus Himawan dan Galuh Nur Fattah, “Sistematika dan Pemetaan Konsep Ketuhanan Agama-Agama Lokal di Indonesia: Studi Kasus Agama Sunda Wiwitan, Agama Kaharingan, dan Agama Towani Tolotang.” Jurnal Ledalero 22, no. 2 (2023): 143-164.
Waluyajati, Roro Sri Rejeki. “Agama Djawa Sunda.” Jurnal Agama dan Lintas Budaya 1, no.2 (2017): 103-109. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v1i2.1389









