PERSPEKTIF METAFISIS RELASI ALAM DAN MANUSIA MENURUT C. A. VAN PEURSEN
DOI:
https://doi.org/10.30822/lumenveritatis.v13i1.1998Keywords:
Alam, Manusia, Melestarikan, Kerusakan, IbuAbstract
Fokus tulisan kami adalah melihat relasi alam dan manusia dalam perspektif metafisis C. A. van Peursen. Selain itu kami juga melihat dampak-dampak yang dihasilkan dari tahapan relasi tersebut. Metode yang kami gunakan dalam menulis artikel ini adalah analisis kritis terhadap kerusakan alam dan dampaknya terhadap manusia. Dalam hal ini kami mengambil sebuah kasus yang dimuat dalam liputan6.com yang memberitakan bahwa terdapat pembalakan liar yang terjadi di Taman Nasional Rimbang Baling di Pekanbaru, Riau. Metode ini juga dibantu dengan tuntunan buku Menjadi-Mencintai karangan Armada Riyanto dan Strategi Kebudayaan karangan C. A. Van Peursen serta beberapa buku sumber lainnya. Temuan yang kami peroleh adalah alam sebagai penyedia sumber kebutuhan hidup manusia. Seiring berjalannya waktu relasi antara keduanya mulai rusak karena keserakahan manusia yang berdampak buruk bagi alam. Setelah melaui fase tersebut manusia kemudian memiliki kesadaran untuk melestarikan alam agar sumber kebutuhan tetap terpenuhi. Keduanya saling menjungjung tinggi hak lestari keduanya.
References
Peursen, C. A. Strategi Kebudayaan. Judul Asli: Strategie van de Culture. Penterj. Dick Hartoko. Yogyakarta: Kanisius, 1988.
Phang, Benny dan Valentinus (Eds.). Minum dari Sumber Sendiri. Malang: STFT Widya Sasana, 2011.
Riyanto, Armada. Menjadi-Mencintai: Berfilsafat Teologi Sehari-hari. Yogyakarta: Kanisius, 2013.
Sihontang, Kasdin. Filsafat Manusia: Jendela Menyingkap Humanisme. Yogyakarta: Kanisius, 2018.
Sumber Internet
https://www.liputan6.com/regional/read/4004989/carut-marut-kasus-pembalakan-liar-di-indonesia. Diakses tanggal 18 Desember 2020.









