REDESAIN TEBAL PERKERASAN JALAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2017 (Studi Kasus Jalan Gor Flobamora-Jalan Kejora, Kota Kupang)
DOI:
https://doi.org/10.30822/eternitas.v4i1.4227Kata Kunci:
Perkerasan Lentur, Evaluasi Kondisi Jalan, Surface Distress Index (SDI), Bina MargaAbstrak
Ruas Jalan Gor Flobamora-Jalan Kejora, merupakan salah satu jalur alternatif dalam menghubungkan Kelurahan Oebufu dan Tofa. Kerusakan yang terjadi pada rute ini menjadi faktor utama dalam mengganggu aksesibilitas, kenyamanan dan keselamatan. Ketidaksesuaian perencanaan dengan konstruksi dan penggunaan pada perkerasan sering menimbulkan kerusakan, sehingga perlu adanya evaluasi dalam penentuan tindakan perbaikan kualitas umur layanan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi perkerasan jalan dan mendesain ulang perkerasan. Metode penilaian kondisi jalan menggunakan metode Bina Marga 1990 dan metode Surface Distress Index (SDI), sedangkan untuk mendesain ulang perkerasan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan Tahun 2017. Hasil analisis menunjukkan nilai SDI tertinggi adalah 115 dengan kondisi rusak ringan, disarankan untuk rehabilitasi jalan, sedangkan dengan metode Bina Marga menunjukkan nilai Urutan Prioritas terbesar adalah 6, dengan rekomendasi perawatan berkala. Jenis kerusakan dominan adalah lubang, dengan presentase kerusakan 31,56%. Redesain perkerasan yang diusulkan menggunakan perkerasan lentur dengan ketebalan lapisan AC WC 4 cm, AC BC 6 cm, AC Base 8 cm, dan LPA Kelas A 15 cm
Referensi






