PENGARUH VARIASI TUMBUKAN PADA KADAR ASPAL OPTIMUM TERHADAP CAMPURAN LATASTON (HRS-BASE) DENGAN METODE MARSHALL TEST

Penulis

  • Niccolo Yanthonius Adventus Agung Ninu Mahasiswa Program Studi Sipil, Universitas Katolik Widya Mandira, Jl. San Juan No.1 Penfui, Kupang, NTT, Indonesia , Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • KRISANTOS RIA BELA Program Studi Sipil, Universitas Katolik Widya Mandira, Jl. San Juan No.1 Penfui, Kupang, NTT, Indonesia , Universitas Katolik Widya Mandira Kupang https://orcid.org/0009-0008-9841-5912 (tidak diautentikasi)
  • Christiani Chandra Manubulu Program Studi Sipil, Universitas Katolik Widya Mandira, Jl. San Juan No.1 Penfui, Kupang, NTT, Indonesia , Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

DOI:

https://doi.org/10.30822/eternitas.v4i1.3481

Kata Kunci:

Variasi tumbukan, kadar aspal optimum, lataston HRS-Base, marshall test

Abstrak

Pemadatan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas dan kinerja perkerasan jalan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi jumlah tumbukan pada kadar aspal optimum terhadap campuran Lataston (HRS-Base) menggunakan metode Marshall Test. Variasi jumlah tumbukan yang diuji adalah 2 x 40, 2 x 50, 2 x 60, dan 2 x 70 tumbukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas meningkat dari 841,19 kg pada 2 x 40 tumbukan menjadi 1151,42 kg pada 2 x 70 tumbukan. Nilai flow menurun dari 3,45 mm pada 2 x 40 tumbukan menjadi 3,18 mm pada 2 x 70 tumbukan. Nilai Marshall Quotient (MQ) meningkat dari 243,85 kg/mm pada 2 x 40 tumbukan menjadi 362,72 kg/mm pada 2 x 70 tumbukan. Nilai Void in the Mineral Aggregate (VMA) menurun dari 19,30% pada 2 x 40 tumbukan menjadi 17,02% pada 2 x 70 tumbukan. Nilai Void in Mix (VIM) juga menurun dari 5,22% pada 2 x 40 tumbukan menjadi 2,54% pada 2 x 70 tumbukan. Nilai Void Filled with Asphalt (VFA) meningkat dari 72,94% pada 2 x 40 tumbukan menjadi 85,10% pada 2 x 70 tumbukan. Kepadatan campuran meningkat dari 2,271 gr/cm³ pada 2 x 40 tumbukan menjadi 2,335 gr/cm³ pada 2 x 70 tumbukan. Namun, hanya variasi tumbukan 2 x 50 yang memenuhi semua parameter spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2. Pemadatan 2 x 40 tumbukan memiliki MQ rendah dan VIM tinggi, sedangkan 2 x 60 dan 2 x 70 tumbukan memiliki VIM di bawah batas minimum. Hasil ini menunjukkan pentingnya keseimbangan dalam pemadatan untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2024-10-31

Cara Mengutip

PENGARUH VARIASI TUMBUKAN PADA KADAR ASPAL OPTIMUM TERHADAP CAMPURAN LATASTON (HRS-BASE) DENGAN METODE MARSHALL TEST. (2024). Eternitas: Jurnal Teknik Sipil, 4(1), 12-22. https://doi.org/10.30822/eternitas.v4i1.3481