STUDI KASUS POLA BENTURAN BANGUNAN PADA SISTEM SATU DERAJAT KEBEBASAN (DOF)

Penulis

  • Rani Hendrikus , Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira, Jl. San Juan No.1 Penfui, Kupang, NTT, Indonesia
  • Stephanus Ola Demon , Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira, Jl. San Juan No.1 Penfui, Kupang, NTT, Indonesia
  • Christiani Chandra Manubulu , Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira, Jl. San Juan No.1 Penfui, Kupang, NTT, Indonesia
  • Merzy Mooy , Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira, Jl. San Juan No.1 Penfui, Kupang, NTT, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30822/eternitas.v2i1.1715

Kata Kunci:

Benturan, Dilatasi, Respon Spektrum, Gempa Desain

Abstrak

Respon linier dan non linier dari dua bangunan satu derajat kebebasan (1 DOF) masing-masing dengan periode getar (T) 0.4 detik dan 0.5 detik menjadi model dalam studi ini. Rekaman gempa Loma Prieta 1989 telah dipilih dan telah disesuaikan dengan kurva respon spektrum dengan nilai Ss = 1.25g dan S1 = 0.4g dan jenis tanah sedang (SD). Pegas struktur bangunan dimodelkan baik sebagai pegas liner maupun non-liner dari model Takeda yang dimodifikasi. Adapun hasil penting dari studi ini adalah: pertama, metode penjumlahan langsung (ABS) hanya cocok untuk menentukan waktu benturan, tetapi tidak cocok untuk menentukan kebutuhan dilatasi (seismic separation). Kedua, metode ultimit yakni metode tranformasi perhitungan deformasi pada kondisi elastis selanjutnya dikalikan dengan factor pengali Cd/Ie hanya dapat digunakan dalam kondisi bangunan yang tidak mengalami deformasi inelastis yang besar. Ketiga, perubahan pola respon bangunan pasca inelastis bisa sangat signifikan, serta dapat berpengaruh terhadap peluang benturan antara bangunan.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2022-10-31

Cara Mengutip

STUDI KASUS POLA BENTURAN BANGUNAN PADA SISTEM SATU DERAJAT KEBEBASAN (DOF). (2022). Eternitas: Jurnal Teknik Sipil, 2(1), 21-32. https://doi.org/10.30822/eternitas.v2i1.1715