PENGARUH VARIASI JUMLAH TUMBUKAN TERHADAP NILAI MARSHALL HASIL PEMADATAN PADA ASPAL HRS-WC SECARA MANUAL DAN ELEKTRIK

Penulis

  • Maria Laura Alviani Muda Makin , Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira, Jl. San Juan No.1 Penfui, Kupang
  • Egidius Kalogo , Prodi Tekik Sipil Fakutas Teknik Universitas Widya Mandira Kupang
  • Krisantos Ria Bela , Prodi Tekik Sipil Fakutas Teknik Universitas Widya Mandira Kupang

DOI:

https://doi.org/10.30822/eternitas.v2i2.2444

Abstrak

Pada penelitian ini, dilakukan analisis mengenai pengaruh jumlah tumbukan pemadatan terhadap kepadatan campuran aspal menggunakan metode Marshall pada campuran Lapis Tipis Aspal Beton (Lataston) Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil pemadatan antara metode manual dan elektrik. Dalam rangka mencapai hal tersebut, dilakukan variasi jumlah tumbukan, yaitu 2 x 25, 2 x 40, 2 x 50, 2 x 60, dan 2 x 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara metode pemadatan manual dan elektrik dalam parameter Marshall yang diamati. Terutama pada tumbukan sebanyak 2 x 75, terlihat adanya perbedaan yang mencolok dengan presentasi perbedaan stabilitas mencapai 2,505%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun metode pemadatan manual dan elektrik memberikan hasil yang relatif serupa dalam hal Void In Mix (VIM), Void In Material Aggregate (VMA), Void Filled With Bitumen (VFB), tetapi terdapat perbedaan yang signifikan dalam parameter stabilitas, flow (kelelehan), dan Marshall Quotient (MQ). Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam praktek pemadatan aspal, dan dapat digunakan sebagai pedoman untuk memilih metode pemadatan yang paling sesuai dalam menghasilkan campuran aspal yang berkualitas optimal.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2023-04-30

Cara Mengutip

PENGARUH VARIASI JUMLAH TUMBUKAN TERHADAP NILAI MARSHALL HASIL PEMADATAN PADA ASPAL HRS-WC SECARA MANUAL DAN ELEKTRIK. (2023). Eternitas: Jurnal Teknik Sipil, 2(2), 27-37. https://doi.org/10.30822/eternitas.v2i2.2444