STRATEGI PENGELOLAAN JALAN KOLEKTOR BERDASARKAN KONDISI FUNGSIONAL JALAN
DOI:
https://doi.org/10.30822/eternitas.v2i2.2441Abstrak
Kerusakan jalan secara umum merupakan keadaan bangunan jalan yang tidak berfungsi baik dari teknis, manfaaat, maupun keselamatan. Kerusakan jalan salah satu faktor menyebabkan kemacetan maupun kecelakaan.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola penanganan jalan berdasarkan kondisi fungsional jalan di jalan kolektor perkotaan Kupang. Identifikasi kondisi kerusakan dilakukan dengan formular SDI dimana selanjutnya dari kondisi kerusakan tersebut ditentukan tingkat kerusakan jalan pada tiap ruas jalan yang diamati. Selanjutnya, berdasarkan berdasarkan tingkat kerusakan jalan tersebut ditentukan strategi penanganan jalan. Dalam hal ini karena kualitas layanan aksesibulitas dan mobilitas antar Kawasan dipengurhi oleh tidak saja aspek keterhubungan fisik namun juga fungsional, maka untuk memudahkan proses identifikasi kinerja layanan jaringan jalan kolektor tersebut digunakan model pemetaan kondisi fungsional jalan. Hasil pemetaan tersebut secara jelas menunjukkan segmen dan/atau bagian jalan mana saja yang mengalami kerusakan dan berdampak pada kelancaran maupun keselamatan perjalanan antar Kawasan. Itulah mengapa digunakan QGIS untuk pemetaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kecamatan Maulafa, dari total 17 ruas yang ada pada wilayah tersebut terdapat 6 ruas jalan yang harus diperbaiki. Implikasi hasil studi ini adalah bahwa dari hasil pemetaan kondisi fungsional jalan tersebut tidak saja memungkinkan keterbukaan dan sekaligus kemudahan akses namun juga memudahkan penyusunan program penanganan keruakan jalan dan penyediaan anggaran pengelolaanya. Oleh karena itu, di masa mendatang model ini perlu dikembangkan melalui penggunaan aplikasi berbais WebGIS serta dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam aspek suplai data kondisi jalan
Referensi






