Pendekatan antropologi sebagai penyeimbang model perhitungan jejak ekologis di Desa Wisata
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.77Kata Kunci:
Desa Wisata, Jejak ekologi, Keberlanjutan, Pendekatan antropologi, Pelestarian lingkunganAbstrak
Pariwisata saat ini mengalami pergeseran dari pariwisata massal ke wisata minat khusus berfokus pada alam dan budaya. Dalam konteks pelestarian, pariwisata mengalami pro kontra yang cukup tajam sebagai pendukung pelestarian atau sebaliknya penghambat pelestarian. Penelitian ini menggunakan salah satu instrumen evaluasi pelestarian lingkungan dengan model perhitungan jejak ekologi yang menganalisis secara kuantitatif dari aspek transportasi, penggunaan air, penggunaan pakaian, rekreasi, makanan, sampah dan tempat tinggal. Mengingat keterbatasan model kalkulator jejak ekologi untuk diterapkan di desa Wisata, maka penerapan model perlu dilakukan modifikasi dengan menggunakan pendekatan antropologi. Metode penelitian yang dipergunakan adalah partisipasi riset aksi dengan mengukur dampak aktifitas wisata di perdesaan menggunakan indikator sederhana dari perhitungan jejak ekologi serta dilengkapi wawancara mendalam untuk mengeksplorasi aspek perilaku kolektif sebagai focus pendekatan antropologi yang diteliti. Studi kasus meliputi tiga desa di wilayah Yogyakarta yaitu Pentingsari di kabupaten Sleman, Lopati di Kabupaten Bantul dan Kalibiru di Kabupaten Kulonprogo. Hasil yang diperoleh adalah rekomendasi pendekatan antropologi untuk mengevaluasi hasil jejak ekologi agar lebih tepat jika digunakan sebagai rencana aksi pelestarian lingkungan di desa wisata dengan tekanan pada pembentukan kesadaran hidup bersama alam.
© 2019 Anna Pudianti, Vincentia Reni Vitasurya
Unduhan
Referensi
Baal, J. van. 1988. Sejarah Pertumbuhan Teori dan Antropologi Budaya (Hingga Dekade 1970). Diedit oleh J. Drs. Piry. Terjemahan. Jakarta: PT. Gramedia.
Bagliani, M., E. Da Villa, M. Gattolin, V. Niccolucci, T. Patterson, dan E. Tiezzi. 2004. “The ecological footprint analysis for the Province of Venice and the relevance of tourism.” In Advances in Architecture Series.
Fandeli, Chafid. 2002. “Perencanaan Kepariwisataan Alam.” Yogyakarta.
Footprint, Ecological. 2016. “Ecological Footprint Quiz.”
Frangialli, F. 1999. “Global Code of Ethics for Tourism.” Message from the Secretary-General of WTO: ….
Hwang, Doohyun, William P. Stewart, dan Dong wan Ko. 2012. “Community behavior and sustainable rural tourism development.” Journal of Travel Research. https://doi.org/10.1177/0047287511410350.
Mikkelsen, Britha. 1995. “Participation - Concept and Methods.” Methods for Development Work and Research: A Guide to Practitioners.
Moffatt, I. 2000. “Ecological footprints and sustainable development.” Ecological Economics. https://doi.org/10.1016/S0921-8009(99)00154-8.
Patterson, Trista M., Valentina Niccolucci, dan Simone Bastianoni. 2007. “Beyond ‘more is better’: Ecological footprint accounting for tourism and consumption in Val di Merse, Italy.” Ecological Economics. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2006.09.016.
Purbadi, Yohanes Djarot, dan Reginaldo Christophori Lake. 2019. “Konsep Kampung-Wisata Sejahtera, Kreatif, Cerdas dan Lestari Berkelanjutan.” EMARA: Indonesian Journal of Architecture. https://doi.org/10.29080/eija.v5i1.641.
Reid, Margaret. 2006. “Barriers to sustainable development: Jordan’s sustainable tourism strategy.” Journal of Asian and African Studies. https://doi.org/10.1177/0021909606067408.
Reni Vitasurya, V, Anna Pudianti, Anna Purwaningsih, dan Herawati. 2014. “Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Lingkungan Desa Wisata Kalibiru, di D.I Yogyakarta.” Jurnal.
Sthel, Marcelo S., José G. R. Tostes, dan Juliana R. Tavares. 2013. “Current energy crisis and its economic and environmental consequences: Intense human cooperation.” Natural Science. https://doi.org/10.4236/ns.2013.52a036.
Südaş, Hatice Doğan, dan Eda Yaşa Özeltürkay. 2015. “Analyzing the Thoughts of Ecological Footprints of University Students: A Preliminary Research on Turkish Students.” Procedia - Social and Behavioral Sciences. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.01.118.
Vincentia Reni, VITASURYA, dan PUDIANTI Anna. 2016. “SUSTAINABLE WASTE MANAGEMENT OF TRADITIONAL CRAFT INDUSTRY IN LOPATI TOURISM VILLAGE, YOGYAKARTA.” DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment). https://doi.org/10.9744/dimensi.43.2.123-130.
Vitasurya, V.R, A. Pudianti, A. Purwaningsih, dan A. Herawati. 2015. “Kearifan lokal daam Pengelolaan Lingkungan desa wisata Kalibiru, di D.I Yogyakarta, dipresentasikan pada.” In Prosiding Seminar Nasional SCAN#6 Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Vitasurya, Vincentia Reni. 2016. “Local Wisdom for Sustainable Development of Rural Tourism, Case on Kalibiru and Lopati Village, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta.” Procedia - Social and Behavioral Sciences. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.12.014.
Wackernagel, Mathis, dan Chad Monfreda. 2004. “Ecological Footprints and Energy.” In Encyclopedia of Energy. https://doi.org/10.1016/b0-12-176480-x/00120-0.
Wackernagel, Mathis, William Rees, Mathis Wacker nagel, dan B Meredith Burke. 1997. “M. Wackernagel, W. Rees Our Ecological Footprint: Reducing Human Impact on the Earth New Society Publishers, C.” Population and Environment.
Wang, Shuxin, Yiyuan Hu, Hong He, dan Genxu Wang. 2017. “Progress and prospects for tourism footprint research.” Sustainability (Switzerland). https://doi.org/10.3390/su9101847.

























