Perubahan tata guna lahan kampung Prawirotaman kota Yogyakarta sebagai dampak keberadaan kawasan komersial
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.66Kata Kunci:
budaya, masyarakat, aktivitas ekonomi, alih fungsi lahanAbstrak
Kebudayaan memiliki esensi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Nilai yang bermuara dalam kebudayaan seolah menjadi nafas bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Budaya yang berkembang baik yang bisa ditinjau dari aspek fisik maupun non fisik secara turun-temurun diwarisi dalam masyarakat menjadi sebuah tradisi yang memiliki kearifan lokal yang kuat. Namun seiring perkembangannya keberadaannya dapat mengalami pergeseran. Kondisi ini bisa terjadi dengan hadirnya budaya lain baik yang secara sengaja dibawa maupun secara tidak sadar ada bersamaan dengan keberadaan pendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pergeseran nilai budaya masyarakat di Kampung Prawirotaman terutama dalam aspek aktivitas ekonomi masyarakat, melalui tahapan (1) Memetakan perubahan tata ruang hunian di Kampung Prawirotaman; (2) Menggali perubahan aktivitas ekonomi di Kampung Prawirotaman. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perubahan tata kelola dan alih fungsi lahan di Kampung Prawirotaman. Perubahan ini secara nyata berimplikasi pada aktivitas sosial ekonomi yang secara spesifik dalam unsur budaya yakni terkait dengan sistem perekonomian atau mata pencaharian hidup.
© 2019 Nino Ardhiansyah, Dhyah Ayu Retno Widyastuti, Elisabet Dita Septiari
Unduhan
Referensi
Altman, Irwin. 1975. The Environment and Social Behavior. Environment And Behavior. https://doi.org/10.1177/0013916507304699.
Fajarini, Ulfah. 2014. “PERANAN KEARIFAN LOKAL DALAM PENDIDIKAN KARAKTER.” SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal. https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1225.
Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Cipta Karya. n.d. “Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan (RTBL) Prawirotaman Kota Yogyakarta.” Yogyakarta.
Koentjaraningrat. 1993. Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. 14th ed. Jakarta: Djambatan.
———. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Revisi. Jakarta: Aksara Baru.
Krier, Rob. 1991. Urban Space. Hongkong: Rizzoli International Publication Inc.
Moleong, Lexy J. 2017. “Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi).” In PT. Remaja Rosda Karya.
Pemerintah Kota Yogyakarta. 2015. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Rencana Detail Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kota Yogyakarta Tahun 2015-2035. Yogyakarta.
Rapoport, Amos. 1969. House, Form, and Culture. New York: Prentice Hall.
Sirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold Company.
Snyder, James C., and Anthony J. Catanese. 2005. Pengantar Arsitektur. Jakarta: Erlangga.
Sumintarsih, and A Adrianto. 2014. Dinamika Kampung Kota Prawirotaman Dalam Perspektif Sejarah Dan Budaya. 1st ed. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta.
Suyatno, Suyono. 2016. “REVITALISASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI IDENTITAS BANGSA DI TENGAH PERUBAHAN NILAI SOSIOKULTURAL (Local Revitalization as a National Identity in the Midst of Change Socio-Cultural Values).” METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra. https://doi.org/10.26610/metasastra.2011.v4i1.82-89.

























