Proporsi rumah berarsitektur Cina di tepian sungai Musi Palembang

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.61
Crossmark

Kata Kunci:

proporsi, rumah China, Palembang

Abstrak

Sejak jaman Sriwijaya kota Palembang telah didatangi dan ditinggali oleh etnis-etnis dari bangsa lain, diantaranya China, Arab, dan Campa. Kehadiran mereka telah memberi warna bagi perkembangan arsitektur di kota Palembang, karena telah membawa pengaruh arsitektur dari negara asalnya. Keberadaan rumah berarsitektur China di tepian Sungai Musi merupakan salah satu warisan arsitektur dari etnis China yang masih bertahan sampai saat ini. Bentuk bangunan-bangunan rumah tinggal tersebut secara visual memberikan image proporsi yang sama, yang menyiratkan adanya perbandingan ukuran elemen-elemen fisik utama bangunan yang digunakan dalam membangun rumah tinggal tersebut. Hal ini menarik untuk menemukan proporsi fisik (rangka utama) yang ada di bangunan rumah tinggal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan analisis data menggunakan metode statistik. Hasil penelitian ditemukan proporsi (rasio) dari elemen fisik (rangka utama) bangunan ini adalah P : L : T =  9,2 : 3,4 : 2,3. Atap paling depan dari bangunan China ini (segmen A) memiliki proporsi tinggi yang lebih rendah dari atap pada segmen B dan C. Hal ini menunjukkan bahwa ruang pada segmen B dan C memiliki nilai ruang yang lebih tinggi yaitu sebagai tempat sembahyang dan ruang aktifitas yang bersifat privat bagi penghuni rumah. © 2019 Anjuma Perkasa Jaya

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Anjuma Perkasa Jaya, Universitas Sriwijaya

    Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Palembang

Referensi

Ching, FDK. 1991. “Arsitektur: Bentuk, Ruang Dan Susunannya.” Erlangga, Jakarta. https://doi.org/10.1177/1087054708326271.

Damayanti, Syamsuddin; 2011. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Jaya, Anjuma Perkasa. 2012. “Proporsi Dalam Arsitektur Rumah Rakit Tradisional Palembang.” Universitas Gadjah Mada. http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&sub=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=55088.

———. 2016. “Karakteristik Arsitektur Rumah Tinggal Etnis China Di Tepian Sungai Musi Palembang.” Koridor 7 (1): 35–42.

Muhadjir, Noeng. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Mustika, Suzzana Winda Artha. 2019. “AKULTURASI BUDAYA PADA RUMAH PANGGUNG CINA DI 10 ULU PALEMBANG, Studi Kasus: Rumah Bapak Effendy.” Jurnal Arsitektur KOMPOSISI. https://doi.org/10.24002/jars.v11i1.1084.

Purwanto. 2011. Statistika Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subagyo, Pangestu. 2010. Statistika Terapan. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM.

Sukardi, Eni Heldayani; Muhammad Idris; 2017. “Proses Terbentuknya Permukiman Etnis Di Kota Palembang.” JPG (JURNAL PENDIDIKAN GEOGRAFI) 4 (6): 1–15. https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/jpg/article/view/4713/4110.

Diterbitkan

2019-06-01

Cara Mengutip

“Proporsi Rumah Berarsitektur Cina Di Tepian Sungai Musi Palembang”. 2019. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 89-98. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.61.