Penerapan prinsip desain arsitektur biofilik pada Riau Mitigation and Disaster Management Center
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.448Kata Kunci:
Arsitektur biofilik, Bangunan pusat bencana, Pusat pendidikan, Pusat pelatihanAbstrak
Bencana merupakan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kerugian besar hingga korban jiwa. Indonesia yang disebut Laboratory of Disaster ditandai dengan meningkatnya kompleksitas dan jumlah bencana yang terjadi tiap tahun membuat kemampuan mitigasi dan manajemen bencana harus diprioritaskan. Oleh karenanya, fasilitas dimana kegiatan edukasi akan mitigasi ini dapat ditampung dibutuhkan. Fasilitas ini dirancang sebagai tempat edukasi, rekreasi, dan evakuasi akhir, berlokasi di Pekanbaru, Riau karena belum adanya fasilitas tersebut di provinsi ini. Menimbang fungsi dari fasilitas, maka pendekatan desain Biofilik dipilih karena prinsipnya yang menghargai alam sehingga produktivitas dan kesehatan fisik serta psikis pengguna meningkat, serta keberadaan unsur alam yang dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman. Metodologi perancangan yang digunakan adalah survei lapangan dan mengumpulkan data tentang prinsip desain arsitektur Biofilik dan pusat mitigasi dan penanggulangan bencana dari jurnal-jurnal untuk menghasilkan rancangan fasilitas pusat mitigasi dan manajemen bencana di Riau.
© 2020 Miftahul Karima, Yohannes Firzal, Gun Faisal
Unduhan
Referensi
Gullikson, Christina L. 2010. ‘Human Connection to Nature Within the Build Environment: An Exploration of Office Employee Perception of Nature Connectedness’. Florida State University. https://diginole.lib.fsu.edu/islandora/object/fsu%3A182148.
Joye, Yannick. 2007. ‘Architectural Lessons from Environmental Psychology: The Case of Biophilic Architecture’. Review of General Psychology 11 (4): 305–28. https://doi.org/10.1037/1089-2680.11.4.305.
Juandi, Andi. 2015. ‘Penanganan Bencana Di Indonesia Belum Optimal’. Elshinta.Com: News and Information Online, 6 October 2015. https://www.elshinta.com/news/28456/2015/10/06/penanganan-bencana-di-indonesia-belum-optimal.
Kellert, Stephen R., Judith Heerwagen, and Martin Mador. 2013. Biophilic Design: The Theory, Science and Practice of Bringing Buildings to Life. New Jersey: Wiley.
Kellerts, S. R. 1993. The Biophilia Hypothesis. Edited by E. O. Wilson. Washington: Island Press.
Kusmajaya, Sumardani, Supriyati Supriyati, Agung Adiputra, and M. Galih Permadi. 2019. ‘Pemetaan Bahaya Dan Kerentanan Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Riau’. Jurnal Geografi, Edukasi Dan Lingkungan (JGEL) 3 (1): 55. https://doi.org/10.29405/jgel.v3i1.2993.
Madona, Era, and Muhammad Irmansyah. 2013. ‘Aplikasi Metode Nearest Neighbor Pada Penentuan Jalur Evakuasi Terpendek Untuk Daerah Rawan Gempa Dan Tsunami’. Elektro : Jurnal Ilimah 5 (2): 39–46. https://doi.org/https://doi.org/10.30630/eji.5.2.52.
Makdori, Yopi. 2019. ‘BNPB: Mitigasi Bencana Masyarakat Indonesia Masih Di Bawah Standar’. Liputan6, 18 February 2019. https://www.liputan6.com/news/read/3906325/bnpb-mitigasi-bencana-masyarakat-indonesia-masih-di-bawah-standar.
Mareta, Nandian. 2014. ‘Pengetahuan Dan Manajemen Bencana’. Jakarta. https://www.researchgate.net/publication/328230942_PENGETAHUAN_DAN_MANAJEMEN_BENCANA.
Pemerintah Pusat. 2015. Instruksi Presiden (INPRES) Tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan. Indonesia: LL SETKAB. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/77379/inpres-no-11-tahun-2015.
Presiden Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Indonesia. https://bnpb.go.id/ppid/file/UU_24_2007.pdf.
———. 2008. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Indonesia. https://bnpb.go.id/ppid/file/PP_No._21_Th_2008.pdf.
Pudianti, Anna, and Vincentia Reni Vitasurya. 2019. ‘Pendekatan Antropologi Sebagai Penyeimbang Model Perhitungan Jejak Ekologis Di Desa Wisata’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 4 (1): 33–44. https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.77.
Subroto, Tarcicius Yoyok Wahyu. 2019. ‘Koeksistensi Alam Dan Budaya Dalam Arsitektur’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2). https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.60.
Sudradjat, Iwan. 2020. ‘Teori Dalam Penelitian Arsitektur’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (1): i–vi. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.378.
Sumartono. 2015. ‘Prinsip-Prinsip Desain Biofilik’. PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan Dan Perancangan Produk) 1 (1): 15–21.
Sumartono, Sumartono. 2017. ‘Prinsip-Prinsip Desain Biofilik’. PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan Dan Perancangan Produk) 1 (1): 15. https://doi.org/10.24821/productum.v1i1.1515.
Walikota Pekanbaru. 2000. Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 14 Tahun 2000 Tentang Izin Bangunan Dalam Daerah Kota Pekanbaru. Indonesia. https://pekanbaru.go.id/d/perda/04092009/2000-1491.pdf.
Wibowo, Agus, Indra Surbakti, and Ridwan Yunus. 2013. ‘Indonesia Disaster Database’. Sendai, Japan. https://www.unescap.org/sites/default/files/S2-3_Indonesia.pdf.
Widodo, Johannes. 2019. ‘Human, Nature, And Architecture’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 145–48. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.65.
Yulaelawati, Ella. 2008. Mencerdasi Bencana. Jakarta: Grasindo.

























