Setting fisik graffiti tagging sebagai bentuk vandalisme di Kota Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.372Kata Kunci:
Graffiti tagging, Identitas kota, Setting aktivitas, Setting fisik, VandalismAbstrak
Identitas ruang yang dimiliki oleh sebuah kota dapat ditunjukkan melalui kota yang bersih, sehat, dan tertata. Kota yang bersih, tertata dan bebas dari vandalisme mampu memenuhi standar identitas kota. Pelaku aksi vandalisme yang semakin tidak terkontrol mencoreng keistimewaan Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya. Aksi grafiti tagging dilakukan dengan cara menuliskan nama geng/kelompok pada media/bangunan di ruang publik dengan menggunakan cat semprot sebagai wujud eksistensi. Grafiti tagging akan menimbulkan polusi visual yang merusak keistimewaan Kota Yogyakarta. Fenomena merebaknya graffiti tagging menyebabkan permasalahan pada visualisasi representasi Kota Yogyakarta. Tujuan Penelitian ini mengidentifikasi faktor – faktor setting fisik yang mempengaruhi aktifitas grafiti tagging di Kota Yogyakarta serta memberikan gagasan melalui penyusunan Urban Design Guideline terkait permasalahan grafiti tagging sebagai bentuk vandalisme yang terjadi di Kota Yogyakarta. Metode Penelitian ini mengkaji setting fisik dan aktivitas pada koridor Jalan AM Sangaji. Koridor jalan ini merupakan bagian dari sumbu imajiner Kota Yogyakarta namun sering menjadi lokasi aksi vandalisme. Pengumpulan data dilakukan melalui survey dan studi pustaka terkait fungsi bangunan, massa, ketinggian bangunan, warna, transparansi dan setback. Hasil identifikasi kemudian dianalisis berdasarkan masing-masing elemen yang dijadikan variabel penelitian untuk menemukan kriteria bangunan yang cenderung menjadi objek vandalisme. Hasil studi menunjukkan lokasi yang sering dijadikan aksi grafiti tagging yaitu tempat tempat yang berada pada jalan utama. Faktor setting fisik yang paling berpengaruh terhadap aksi vandalisme yaitu vegetasi yang kurang, massa bangunan yang kecil, transparansi yang kurang, dan dimensi setback yang sempit.
© 2020 Nino Ardhiansyah
Unduhan
Referensi
Ardhiansyah, Nino, Dhyah Ayu Retno Widyastuti, and Elisabet Dita Septiari. 2019. ‘Perubahan Tata Guna Lahan Kampung Prawirotaman Kota Yogyakarta Sebagai Dampak Keberadaan Kawasan Komersial’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 149–58. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.66.
Carollina, Donna. 2017. ‘Pemanfaatan Sampah Spraycan Sebagai Katalog Pameran “Voice of Wall 6 Hours Exhibition”’. Jurnal Bahasa Rupa 1 (1): 35–42. https://doi.org/10.31598/bahasarupa.v1i1.145.
Dianty, Grace Putri, and Yohanes Basuki Dwisusanto. 2020. ‘Aktivitas Di Alun-Alun Sebagai Ruang Terbuka Publik Dengan Konsep Lapangan, Kasus Studi: Alun-Alun Bandung’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (1): 47–56. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.116.
Fimela. 2013. ‘Graffiti, Seni Jalanan Pewarna Ruang Dan Dinding Hampa Ibukota’. Fimela: News and Entertainment. 2013. https://www.fimela.com/news-entertainment/read/3509094/graffiti-seni-jalanan-pewarna-ruang-dan-dinding-hampa-ibukota.
Griffith, Robin, and J. M. Shapland. 1979. The Vandal’s Perspective: Meanings and Motives, Designing Against Vandalism. Edited by Jane Sykes. London: The Design Council.
Hantono, Dedi, and Diananta Pramitasari. 2018. ‘Aspek Perilaku Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial Pada Ruang Terbuka Publik’. Nature: National Academic Journal of Architecture 5 (2): 85. https://doi.org/10.24252/nature.v5i2a1.
Jacobs, Allan B. 1995. Great Streets. Illustrate. Cambridge, England: MIT Press.
Krier, Rob. 1991. Urban Space. Hongkong: Rizzoli International Publication Inc.
Kurniasari, Triliana, Taufik Suprihatini, and Triyono Lukmantoro. 2013. ‘Eksistensi Graffiti Sebagai Media Ekspresi Subkultur Anak Muda’. Interaksi Online 12 (2). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/2127.
Lexy, J. Moleong. 1994. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2013.02.055.
Liem, Yoseph, and Reginaldo Chistophori Lake. 2018. ‘Pemaknaan Ruang Terbuka Publik Taman Nostalgia Kota Kupang’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 2 (2): 149–58. https://doi.org/10.30822/arteks.v2i1.48.
Mushtaha, Emad, and Faisal Hamid. 2016. ‘The Effect on Vandalism of Perception Factors Related to Housing Design, Case of U.A.E Cities’. Journal of Asian Architecture and Building Engineering 15 (2): 247–54. https://doi.org/10.3130/jaabe.15.247.
Muttaqin, Muhammad Iqbal. 2009. ‘“Kromonisasi Vandalisme”, Siasat Seni Komunitas Jogja Street Art Graffiti Dalam Merebut Ruang Publik’. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. http://digilib.uin-suka.ac.id/3176/1/BAB I%2C V.pdf.
Salmah, Sri. 2015. ‘Perilaku Vandalisme Remaja Di Yogyakarta Youth Vandalism Attitude in Yogyakarta’. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial 39 (1): 15–29.
Sirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold Company.
Subandriyo, Toto. 2002. ‘Rubrik Kotaku Kotamu: Tangan-Tangan Setan Di Atas Budaya’. Harian Kompas, Lembar Jateng Dan DIY, March 2002.
Subroto, T. Yoyok Wahyu. 2019. ‘Koeksistensi Alam Dan Budaya Dalam Arsitektur’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): v–viii. https://doi.org/10.30822/artk.v3i2.244.
Vorobyeva, Irina V., Olga V. Kruzhkova, and Marina S. Krivoshchekova. 2015. ‘The Genesis of Vandalism: From Childhood to Adolescence’. Psychology in Russia: State of Art 8 (1): 139. https://doi.org/10.11621/pir.2015.0112.
Wet, Corene De. 2004. ‘The Extent and Causes of Learner Vandalism at Schools’. South African Journal of Education 24 (3): 206–11. https://hdl.handle.net/10520/EJC31998.
Wicandra, Obed Bima, and Sophia Novita Angkadjaja. 2005. ‘Efek Ekologi Visual Dan Sosio Kultural Melalui Graffiti Art Surabaya’. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana 7 (2): 99–108. https://doi.org/https://doi.org/10.9744/nirmana.7.2.
Widodo, Johannes. 2019. ‘Human, Nature, And Architecture’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 145–48. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.65.

























