The performance of natural lighting in classrooms using shading devices

Penulis

  • Christi Maria Saraswati Master of Architecture Study Program, Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan , Master of Architecture Study Program, Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan
  • Sahid Sahid Master of Architecture Study Program, Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan , Master of Architecture Study Program, Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan https://orcid.org/0000-0002-2249-078X (tidak diautentikasi)
  • Nancy Yusnita Nogroho Master of Architecture Study Program, Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan , Master of Architecture Study Program, Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v8i3.2580
Crossmark

Kata Kunci:

Pencahayaan alami, Ruang kuliah, Shading devices

Abstrak

Salah satu sumber energi alternatif pengganti energi fosil adalah sinar matahari. Bagi bangunan, keberadaan sinar matahari memberi dampak ke dalam bangunan berupa radiasi panas dan pencahayaan alami. Kedua dampak tersebut dalam kondisi tertentu bersifat kontradiktif. Pada satu sisi bangunan membutuhkan pencahayaan alami untuk mengurangi kebutuhan akan pencahayaan buatan, namun masuknya pencahayaan alami juga berakibat masuknya panas ke dalam bangunan yang selanjutnya akan berdampak pada bertambahnya kebutuhan energi untuk pengkondisian ruangan. Salah satu alternatif penyelesaian untuk mengurangi intensitas panas ke dalam bangunan adalah pemanfaatan Sirip Penangkal Sinar Matahari (SPSM). Keberadaan SPSM diyakini mampu mengatasi masuknya radiasi panas ke dalam bangunan akan tetapi intensitas pencahayaan ke dalam bangunan menjadi kurang optimal. Salah satu bangunan yang secara ekstensif memanfaatkan pencahayaan alami adalah bangunan pendidikan, khususnya ruang kuliah. Beberapa bangunan pendidikan telah mencoba untuk memanfaatkan penggunaan SPSM, salah satunya adalah Gedung Perkuliahan di Uniersitas Katolik Parahyangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pencahayaan alami, khususnya kemerataan, pada ruang kuliah yang telah menggunakan SPSM. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan simulasi perangkat lunak Dialux Evo untuk mengetahui kuaitas kemerataan pencahayaan alami pada ruang kuliah yang menggunakan berbagai bentuk SPSM. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar bagi arsitek dan pengelola kampus untuk menentukan strategi pengembangan rancangan SPSM yang optimal untuk medapatkan kemerataan pencahayaan alami di dalam ruang kuliah.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adi, Alifiano Rezka. 2019. ‘Optimalisasi Pencahayaan Alami Pada Ruang Perpustakaan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang’. Jurnal Arsitektur Komposisi 13 (1): 35–44. https://doi.org/https://doi.org/10.24002/jars.v13i1.2780.

Adi, Alifiano Rezka, Muhammad Afiq, and Didung Putra Pamungkas. 2022. ‘Integration Analysis of Thermal and Daylight Performance through the Building Envelope’. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) 49 (2): 87–98. https://doi.org/10.9744/dimensi.49.2.87-98.

BRE Group. 2012. Scheme Document SD 5051 BREEAM Education 2008.

Budhyowati, Noorwahyu M.Y. 2021. ‘Desain Selubung Bangunan Untuk Bangunan Hemat Energi’. Jurnal Teknik Sipil Terapan 3 (2): 57. https://doi.org/10.47600/jtst.v3i2.292.

Chandra, Budijanto, and LMF Purwanto. 2021. ‘Alternatif Elemen Peneduh Untuk Penghematan Energi Pada Bangunan Tinggi’. Jurnal Ilmiah Arsitektur 12 (1): 21–28.

Dewi, Evi Puspita. 2013. ‘Optimasi Sistem Pencahayaan Ruang Kuliah Terkait Usaha Konservasi Energi’. Dimensi Interior 9 (2). https://doi.org/10.9744/interior.9.2.80-88.

Dinapradipta, Asri, Sri Nastiti N. Ekasiwi, I Gusti Ngurah Antaryama, Erwin Sudarma, Ima Defiana, Badai Samodra, FX Teddy, Bambang Soemardiono, I Irvansjah, Angger Sukma Mahendra, and Collinthia Erwindi. 2020. ‘Peningkatan Kenyamanan Termal Dan Pencahayaan Alam Gedung Sekolah Dasar Di Kawasan Padat Hunian Di Surabaya’. Arsitektura 18 (1): 63. https://doi.org/10.20961/arst.v18i1.36146.

European committe for standardization. 2011. ‘BSI Standards Publication Light and Lighting — Lighting of Work Places Part 1’. Indoor Work Places, 1–57.

Iversen, Anne, Nicolas Roy, Mette Hvass, Michael Jørgensen, Jens Christoffersen, Werner Osterhous, and Kjeld Johnsen. 2013. Daylight Calculations in Practice: An Investigation of the Ability of Nine Daylight Simulation Programs to Calculate the Daylight Factor in Five Typical Rooms. 1st ed. Copenhagen: Danish Building Research Institute.

Kartika, Cindy Elena, and Feny Elsiana. 2021. ‘Pengaruh Strategi Bukaan Dan Rasio Dimensi Ruang Kelas SMP-SMA Di Surabaya Terhadap Level Dan Distribusi Cahaya Alami.’ Jurnal EDimensi Arsitektur IX (1): 473–80.

Kurniawan, Ichfan. 2020. ‘Optimalisasi Desain Fasade Terhadap Nilai Ottv Dan Area Pencahayaan Alami Sesuai Greenship Nb 1.2’. Seminar Teknologi Perencanaan, Perancangan, Lingkungan, Dan Infrastruktur II 241.

Lechner, Nobert. 2015. Heating, Cooling, Lighting Sustainable Methods For Architects. 4th ed. United States of America: John Wiley & Sons, Inc.

Lina, Hanan Marta. 2021. ‘Kenyamanan Ruang Kuliah Di Kampus ITB: Sebuah Persepsi Mahasiswa’. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 10 (4): 199–206. https://doi.org/10.32315/jlbi.v10i4.16.

Mangkuto, Rizki Armanto. 2016. ‘Akurasi Perhitungan Faktor Langit Dalam SNI 03-2396-2001 Tentang Pencahayaan Alami Pada Bangunan Gedung’. Jurnal Permukiman 11 (2): 110. https://doi.org/10.31815/jp.2016.11.110-115.

Mardaljevic, John. 2011. ‘Daylighting and Compliance: Are Current Standards Sufficient’. 2011.

Milaningrum, Tri Hesti. 2015. ‘Optimalisasi Pencahayaan Alami Dalam Efisiensi Energi Di Perpustakaan UGM’. Universitas Gadjah Mada.

Nuha, Muhammad Ulin, and Dedy Ary. 2018. ‘Pencahayaan Alami Pada Ruang Kelas ( Studi Kasus Gedung Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang),(Natural Lighting in Classrooms (Case Study of the Faculty of Social Sciences, State University of Malang)’. Jurnal Arsitektur 6 (3).

Nurhaiza, Nurhaiza, and Nova Purnama Lisa. 2019. ‘Optimalisasi Pencahayaan Alami Pada Ruang’. Jurnal Arsitekno 7 (7): 32. https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1234.

Octarino, Christian Nindyaputra, and Henry Feriadi. 2021. ‘Evaluasi Kinerja Selubung Bangunan Gedung Agape Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta’. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur 8 (2): 86. https://doi.org/10.26418/lantang.v8i2.45436.

Pangestu, Mira Dewi. 2019. Pencahayaan Alami Dalam Bangunan. 1st ed. Bandung: UNPAR Press.

Panghargiyo, Murwantoro, and Wiliarto Wirasmoyo. 2022. ‘Evaluasi Luas Bukaan Dan Orientasi Ruang Kelas Terhadap Pencahayaan Alami Dan Radiasi Matahari Dengan Simulasi Software IES VE 2019’. Buletin Poltanesa 23 (1). https://doi.org/10.51967/tanesa.v23i1.1284.

Phillips, Derek, and Carl Gardner. 2012. Daylighting: Natural Light in Architecture. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780080477053.

Sabtalistia, Yunita Ardianti. 2017. ‘Optimalisasi Pencahayaan Alami Dengan Alat Pembayang Matahari (Shading Device) Pada Jendela Ruangan Kelas’. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan 1 (1). https://doi.org/10.24912/jmstkik.v1i1.430.

Sahid, Y Sumiyati, and R Purisari. 2020. ‘Experts Opinion on Building Passive Strategy Performance’. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 520 (1): 012020. https://doi.org/10.1088/1755-1315/520/1/012020.

Sari, Laina Hilma, and Era Nopera Rauzi. 2021. ‘An Evaluation of Shading Device in Tropics Utilising the Sun-Path Diagram’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 6 (3): 373–82. https://doi.org/10.30822/arteks.v6i3.877.

SNI 03-2396-2001. 2001. Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami Pada Bangunan Gedung.

Widodo, Johannes. 2019. ‘Human, Nature, And Architecture’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 145–48. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.65.

Diterbitkan

2023-12-01

Cara Mengutip

“The Performance of Natural Lighting in Classrooms Using Shading Devices”. 2023. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 8 (3): 417-26. https://doi.org/10.30822/arteks.v8i3.2580.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama