Tranformation and needs room layout design that determine the footwear industry Function in residential Jakarta

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v1i1.25
Crossmark

Kata Kunci:

Industri sepatu dalam hunian, Kebutuhan ruang, Transformasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gagasan desain pada ruang unit industri sepatu dengan mendesain layout yang dapat mengakomodir transformasi dan kebutuhan ruang pengguna bangunan tersebut. Metode penelitian ini dimulai dengan menarik fenomena pada industri sepatu dalam hunian, lalu melakukan perekaman pemakaian dan perubahan objek studi. Setelah itu memahami prinsip industri dalam hunian yang hubungannya dengan transformasi, kebutuhan ruang, serta pencahayaan & penghawaan. Pola transformasi yang terjadi pada objek studi ditelaah untuk menentukan organisasi ruang yang dapat dipertimbangkan untuk mendesain layout. Kebutuhan ruang dianalisis sesuai dengan standar kebutuhan ruang. Pencahayaan dan penghawaan dianalisis berdasarkan standar kenyamanan suhu dan intensitas cahaya menurut Keputusan Menteri Kesehatan dengan simulasi ecotect. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pola transformasi pada objek studi menurut tingkatan transformasi sebaiknya dilakukan dengan cara extension. Pada transformasi spasial harus dipertimbangkan perkembangan penambahan area khususnya area fleksibel pada industri rumah tangga dan area hunian pada industri kecil. Pada transformasi konfigurasi, area servis cenderung tetap. Beberapa fungsi kerja dan hunian pada industri rumah tangga sepatu dapat dicampur, akses juga dapat digabung. Berbeda dengan industri kecil sepatu, zona dan akses area huni dan kerja harus dipisah. Ruang pada objek studi belum memenuhi standar kebutuhan ruang karena area unit yang terbatas sehingga dibutuhkan beberapa penyesuaian terhadap ruang yang ada dengan membuat ruang multifungsi yang disesuaikan dengan aktivitas & waktu pemakaian dan perabot portable sebagai pemecahan desain. Layout ruang pada area produksi belum efisien sehingga harus disesuaikan pola tata ruangnya berdasarkan aliran produksi. Pencahayaan dan penghawaan pada objek studi belum ideal sehingga dibutuhkan penyesuaian khususnya pada area kerja upper (1000 lux), area kerja bottom (300 lux), suhu udara 21-30°C.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Putriaz Rahmi, Universitas Katolik Parahyangan

    Mahasiswa Magister Arsitektur, Program Pascasarjana, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Indonesia

Referensi

Diterbitkan

2016-12-01

Cara Mengutip

“Tranformation and Needs Room Layout Design That Determine the Footwear Industry Function in Residential Jakarta”. 2016. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 1 (1): 49-68. https://doi.org/10.30822/arteks.v1i1.25.