Pelestarian Desa Hilinawalo Mazino di Kepulauan Nias sebagai destinasi wisata

Penulis

  • Anugerah Septiaman Harefa Program Studi Magister Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Kristen Duta Wacana , Program Studi Magister Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Kristen Duta Wacana

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.79
Crossmark

Kata Kunci:

Pelestarian, Pengembangan, Wisata

Abstrak

Nias merupakan pulau yang berada disebelah Barat Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara. Desa Hilinawalo Mazino merupakan desa yang berada di kecamatan Mazino, kabupaten Nias Selatan yang memiliki luas 8,5 kilometer persegi. Desa Hilinawalo Mazino memiliki banyak rumah adat tradisional Nias, namun setelah terjadinya gempa pada tahun 2005 dan kerusakan karena kurangnya perawatan hingga ditinggalkan penghuni, mengakibatkan Desa Hilinawalo Mazino kehilangan beberapa rumah adat mereka. Tujuan studi ini ialah menemukan cara pelestarian untuk mempertahakan keadaan dan kelestarian Desa Hilinawalo Mazino sebagai destinasi wisata berkelanjutan di Kepulauan Nias. Metode pengumpulan data dengan observasi, survei data sekunder dan wawancara. Metode menganalisis data dengan mengolah hasil survei yang didapatkan dengan 4 prinsip Pedoman Pengembangan Desa Wisata. Kesimpulannya, cara pelestarian desa Hilinawalo Mazino sebagai destinasi wisata terwujud dengan 4 prinsip tersebut.

© 2019 Anugerah Septiaman Harefa

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Antara, Made, and Sukma Arida. 2015. ‘Panduan Pengeloaan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal’. Bali. https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/bb9746610f49ba39f27856edb95362f9.pdf.

Bramantyo. 2012. ‘Identifikasi Arsitektur Rumah Tradisional Nias Selatan Dan Perubahannya’. Jurnal Permukiman 7 (3): 151–61.

Gea, Yafaowoloo. 2013. ‘Bawomataluo, Warisan Budaya Dunia Di Bukit Matahari’. Kompasiana Beyond Blogging. 2013. https://www.kompasiana.com/java05_gheeyahoo.com/551f8e33813311f3379df266/bawomataluo-warisan-budaya-dunia-di-bukit-matahari.

Haiqal, Moch. Khalif, and Syarip Hidayat. 2017. ‘PENERAPAN IDENTITAS VISUAL PADA MEDIA PROMOSI WEBSITE WISATA KERAJINAN RAJAPOLAH’. Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain Dan Periklanan (Demandia). https://doi.org/10.25124/demandia.v2i02.934.

Lake, Reginaldo Christophori. 2014. ‘Konsep Ruang Dalam Dan Ruang Luar Arsitektur Permukiman Tradisional Suku Atoni Di Kampung Adat Tamkesi Di Pulau Timor’. Universitas Katolik Parahyangan.

———. 2015. ‘Budaya Tektonika Wologai Ende, Nusa Tenggara Timur Sebuah Seni Berkonstruksi Rumah Adat Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, Warisan Leluhur Wawo - Ata Lio Di Bawah Kaki Gunung Lepembusu’. ATRIUM : Jurnal Arsitektur 1 (2): 151–66. https://doi.org/10.21460/atvm.2016.12.15.

Lake, Reginaldo Christophori, Benediktus Boli, Ubaldus Djonda, and Yohanes Nurak Siwa. 2018. ‘Building Task Concepts of the Vernacular Settlement in Tamkesi Village’. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/10.1088/1755-1315/213/1/012034.

Latupapua, Yosevita Th. 2015. ‘Implementasi Peran Stake Holder Dalam Pengembangan Ekowisata Di Taman Nasional Manusela (TNM) Di Kabupaten Maluku Tengah’. Jurnal Agroforestri.

Mulyawardani, Ranti Amalia, and Dewi Septanti. 2017. ‘Wisata Edukasi Dan Rekreasi Di Kawasan Sungai Cisadane’. Jurnal Sains Dan Seni ITS. https://doi.org/10.12962/j23373520.v6i2.27225.

Nasution, Meyga Fitri Handayani, and Dharma Widya. 2014. ‘Pelestarian Kawasan Tanjung Pura Sebagai Aset Wisata Di Kabupaten Langkat’. Review of Urbanism and Architectural Studies. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2014.012.02.3.

Noor, Any Ariany, and Dea Rizky Pratiwi. 2016. ‘Konsep Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Kampung Buyut Cipageran ( Kabuci ) Kota Cimahi’. JURNAL 7th Industrial Research, Workshop, and National Seminar.

Pendit, Nyoman S. 1999. Ilmu Pariwisata, Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya Paramita.

‘Pengembangan Masyarakat Untuk Pariwisata Di Kampung Wisata Toddabojo Provinsi Sulawesi Selatan’. 2011. Journal of Regional and City Planning.

Prasetyo, V. F. Agung Langgeng. 2019. ‘Tradisi Pada Rumah Adat Suku Ngalum Ok Di Era Modernisasi’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 187–98. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.69.

Presiden Republik Indonesia. 1990. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan. Indonesia.

Purbadi, Yohanes Djarot. 2010. ‘Tata Suku Dan Tata Spasial Pada Arsitektur Permukiman Suku Dawan Di Desa Kaenbaun Di Pulau Timor’. Disertasi. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.18372.32640.

Purbadi, Yohanes Djarot, Achmad Djunaedi, and Sudaryono. 2019. ‘Kearifan Kaenbaun Sebagai Dasar Konseptual Pada Tata Spasial Arsitektur Permukiman Suku Dawan Di Desa Kaenbaun’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 215–38. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.71.

Purbadi, Yohanes Djarot, and Reginaldo Christophori Lake. 2019. ‘Konsep Kampung-Wisata Sejahtera, Kreatif, Cerdas Dan Lestari Berkelanjutan’. EMARA: Indonesian Journal of Architecture 5 (1): 12–23. https://doi.org/10.29080/eija.v5i1.641.

Pusat Bahasa Kemdikbud. 2016. ‘Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )’. Kementerian Pendidikan Dan Budaya.

Refranisa. 2019. ‘Pola Permukiman Di Dusun Mantran Weran Magelang Dalam Bingkai Kebudayaan Jawa’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (2): 159–70. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.67.

Ritchi, Hamzah, Reza M Zulkarnaen, Zulyan Dewantara, Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi, and Universitas Padjadjaran. 2018. ‘Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Upaya Peningkatan Aksesibilitas Ukm (Desa Wisata) Kepada Pasar Di Lokasi Wisata Pangandaran Dan Sekitarnya’. Pengabdian Kepada Masyarakat.

‘Rumah Adat (Omo Lasara/Omo Hada) Hilinawalo Mazino’. 2014. Blogspot. 2014. https://luahahassan.blogspot.com/2014/.

Salura, Purnama, and Reginaldo Christophori Lake. 2014. ‘The Architectural Language of Inner and Outer Space as Observed among the Atoni Tribe in the Tamkesi Kampong on Timor Island’. International Journal of Academic Research 6 (3). https://doi.org/10.7813/2075-4124.2014/6-3/a.29.

Syuaib Intan, Muhammad Fadhlan, and Nasruddin Nasruddin. 2019. ‘“OMO HADA” Arsitektur Tradisional Nias Selatan Diambang Kepunahan’. KALPATARU 27 (2): 105. https://doi.org/10.24832/kpt.v27i2.458.

Yuliana K, Kartika, and Rina Kurniati. 2013. ‘UPAYA PELESTARIAN KAMPUNG KAUMAN SEMARANG SEBAGAI KAWASAN WISATA BUDAYA’. Teknik Perencanaan Wilayah Kota.

Diterbitkan

2019-12-16

Cara Mengutip

“Pelestarian Desa Hilinawalo Mazino Di Kepulauan Nias Sebagai Destinasi Wisata”. 2019. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 4 (1): 57-62. https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.79.