KESANTUNAN BERBAHASA TETUN DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA MASYARAKAT RAFA’E DENGAN KAUM BANGSAWAN
Kata Kunci:
Bahasa, Stratifikasi Sosial, Level TuturAbstrak
Studi ini mengkaji keunikan bahasa Tetun di Timor. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan bantuan teori Interaksionalisme Simbolik Herbert Mead, studi ini berhasil menyingkap beberapa keunikan Bahasa Tetun. Bahasa Tetun adalah salah satu dialek dari antara puluhan dialek yang terdapat di pulau Timor. Bahasa Tetun, umumnya dipakai oleh masyarakat penutur di Timor Leste dan di kabupaten Belu dan kabupaten Malaka wilayah kesatan Republik Indonesia. Kajian ini bermaksud mengkaji stratifikasi sosial berdasarkan kriteria tutur bahasa Tetun, tingkatan tutur dalam budaya Tetun, dan Kesantunan komunikasi dengan golongan bangsawan dalam budaya Tetun. Pokok bahasan dianalisis dengan perspektif teori Interaksionisme Simbolik dan bermetodologi deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bahasa Tetun masih dipertahankan oleh masyarakat penuturnya di wilayah Belu dan Malaka, terutama masyarakat RafaE-Kacamatan Raimanuk-Kabupaten Belu, dari sisi kebakuan dan keasliannya, meliputi : kosa kata, gramatika, sintaksis, morfologi, fonologi, konyugasi dan etika-moral yakni kesantunan dalam berbahasa Tetun. Karena bahasa Tetun memiliki tiga level tutur dan dalam penggunaannya, penutur dapat memilih kata yang tepat disesuaikan dengan mitra tutur yang berasal dari tiga stratifikasi sosial berbeda: orang bisa-tutur peradaban biasa, orang adat-turut peradaban adat, orang raja-tutur peradaban istana.
