Bentuk Penyajian Nyanyian Medo Dalam Upacara Pembuatan Peo Pada Masyarakat Di Desa Udiworowatu Kecamatan Keo Tenah Kabupaten Nagekeo
DOI:
https://doi.org/10.30822/muaranada.v1i1.4653Kata Kunci:
Bentuk penyajian, Nyanyian Medo, Upacara PeoAbstrak
Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui cara penyajian Medo dalam upacara Peo, dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi ditemukan bahwa bahwa nyanyian Medo disajikan dalam bentuk pertunjukan kelompok, melibatkan pria dan wanita yang telah menikah, dengan formasi memanjang menghadap ke arah Peo. Penyajiannya diiringi alat musik tradisional bheto (bambu) dan gerakan tari sederhana yang dilakukan oleh tokoh adat. Penyanyian dilakukan secara bersahut-sahutan, dipimpin oleh seorang tua adat, dan berfungsi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta simbol kebersamaan sosial. Medo bukan sekadar nyanyian, melainkan sarana edukatif, spiritual, dan peneguh identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.
Referensi
Abdul Wahab Syakhrani, M. L. K. (2024). Budaya Dan Kebudayaan: Tinjauan Dari Berbagai Pakar,Wujud-Wujud Kebudayaan, 7 Unsur Kebudayaan Yang Bersifat Universal. Buletin KKN Pendidikan, 5(1), 131–140. https://doi.org/10.23917/buletinkkndik.v6i2.8031
Hariswari, K. P., Ceunfin, F., & Amasanan, Y. D. (2023). Symbolic Meaning of Costumes and Property Gong Dance of the Dawan Tribe Nansean Village. Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 25(1), 20. https://doi.org/10.26887/ekspresi.v25i1.2362
Kurniawan, D. (n.d.). UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. MUSIK TIUP BARAT ( BTRASS BAND) DALAM SAJIAN GENDING GATI, September 1996, 1–109.
Nurhayati, D. U. (2019). Gagasan Ki Hajar Dewantara Tentang Kesenian dan Pendidikan Musik di Tamansiswa Yogyakarta. Promusika, 7(1), 11–19. https://doi.org/10.24821/promusika.v7i1.3165
Prof. Dr. Sugiyono. (2013). Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan , dikembangkan , dan dibuktikan , suatu pengetahuan tertentu sehingga dapat digunakan untuk memahami , memecahkan , dan mengantisispasi m. 5.
Rangkuti, T. D. L. (2024). Analisis Makna pada Lagu Band Fourtwnty (Suatu Kajian Semiotik terhadap Lirik Lagu). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 4(1), 64—72. https://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/ article/view/2780
Siu, H. P. (2014). Nilai Dan Simbol Religius Perjamuan Raya (Nado Mere) Masyarakat Jawawawo : Studi Komparatif Inkulturatif Dengan Nilai-Nilai Ekaristi. Jurnal Masalah Pastoral, 3(1), 15–36.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Maria Reneldi Guyu Tiku

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


