PERBANDINGAN KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PANAS LAPIS BETON LAPIS ANTARA MENGGUNAKAN AGREGAT UKURAN 25 mm DAN AGREGAT UKURAN 19 mm
DOI:
https://doi.org/10.30822/eternitas.v3i1.3180Abstrak
Campuran panas aspal-agregat pada konstruksi jalan aspal beton umumnya terdiri dari 3 lapis, yakni: lapis pondasi, lapis antara dan lapis permukaan yang di letakkan di atas lapir berbutir, salah satu lapisan aspal beton adalah Lapis Antara yang berupa campuran beraspal panas yang terdiri dari agregat, bahan aspal, dan filler yang dicampur secara panas dipusat instalasi pencampuran, serta hasil pencampuran dihampar dan dipadatkan campuran tersebut diatas Lapis Pondasi Agregat. Dimana campuran beraspal panas dirancang sesuai ketentuan Spesifikasi Umum untuk Konstruksi Jalan dan Jembatan Direktorat Bina Marga Tahun 2018 (Revisi 3) untuk menjamin bahwa asumsi rancangan yang berkenan dengan Kadar Aspal, Rongga Udara, Stabilitas, Kelenturan dan Keawetan sesuai dengan lalulintas rencana. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik marshall dari hasil pengujian marshall untuk campuran beraspal laston lapis antara (AC-BC) dari kedua komposisi campuran bahwa hampir seluruh sifat marshall memenuhi spesifikasi bina marga tahun 2018 revisi 3 kecuali Kelelehan (Flow) Berukuran 19 mm tidak memenuhi rentang kelelehan yang disyaratkan pada spesifikasi yaitu 2 – 4 mm, dan Stabilitas Marshall Sisa Agregat Berukuran 19 mm tidak memenuhi syarat spesifikasi yaitu Min 90%. Sedangkan untuk nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) Agregat Berukuran 25 mm adalah 5,11 % dan Agregat Berukuran 19 mm adalah 5,18 %.
Referensi






