Keanekaragaman Arthropoda Tanah Pada Ekosistem Pertanian Dan Ekosistem Cemara Laut (Casuarina Equisetifolia Var. Incana) Di Desa Umatoos Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur

Authors

  • Maria Rosalinda Nahak Program Studi Bilogi FMIPA Universitas Katolik Widya Mandira , Program Studi Bilogi FMIPA Universitas Katolik Widya Mandira
  • Stefanus Stanis Program Studi Bilogi FMIPA Universitas Katolik Widya Mandira , Program Studi Bilogi FMIPA Universitas Katolik Widya Mandira
  • Chatarina Gradict Semiun Program Studi Bilogi FMIPA Universitas Katolik Widya Mandira , Program Studi Bilogi FMIPA Universitas Katolik Widya Mandira

DOI:

https://doi.org/10.30822/biocoenosis.v1i1.1897

Keywords:

Arthropoda Tanah, Cemara Laut, Casuarina equisetifolia var. incana

Abstract

Arthropoda tanah berperan penting sebagai dekomposer, polinator, predator, parasitoid, pendaur ulang unsur hara tanah, serta sering digunakan sebagai indikator kualitas tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman Arthropoda tanah pada ekosistem pertanian dan ekosistem cemara laut (Casuarina equisetifolia var. incana) di Desa Umatoos, Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan yaitu kuadran dengan ukuran 5m x 5m sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik pittflal trap yang dilakukan pada 6 stasiun pengamatan. Secara keseluruhan didapatkan 94 spesies Arthropoda tanah yang tergolong dalam 48 famili dan 15 ordo. Pada ekosistem pertanian ditemukan 59 spesies, 32 famili, dan 11 ordo sedangkan pada ekosistem cemara laut ditemukan 50 spesies, 27 famili, dan 10 ordo. Rata-rata indeks keanekaragaman pada setiap stasiun menunjukan bahwa ekosistem pertanian memiliki tingkat keanekaragaman rendah (H’=1,838) sedangkan ekosistem cemara laut memiliki tingkat keanekaragaman sedang (H’=2,130). Rata-rata indeks kekayaan ekosistem pertanian tergolong sedang (3,5<Dmg<5) sedangkan ekosistem cemara laut tergolong tinggi (Dmg>5). Indeks kemerataan kedua ekosistem menunjukan penyebaran secara merata sedangkan indeks kesamaan jenis Jaccard antar stasiun pada setiap ekosistem tergolong cukup baik (Cj mendekati 1). Kedepan perlu dilakukan penelitian secara berkala untuk mendapatkan spesies terbaik sebagai bioindikator terhadap keseimbangan kedua ekosistem.

References

Published

2022-10-01