Pengalaman Belajar Mahasiswa STKIP PGRI Sidoarjo Dalam Upaya Melestarikan Warisan Budaya Di Museum Mpu Tantular
DOI:
https://doi.org/10.30822/berbakti.v1i2.2933Keywords:
Learning experience, sustainability, cultural heritageAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Museum Mpu Tantular, menjadi upaya penting dalam menjembatani keterlibatan aktif masyarakat dalam melestarikan warisan budaya Indonesia. Dalam konteks ini, berbagai program edukasi, kegiatan konservasi dilaksanakan dengan tujuan untuk memperluas pemahaman, meningkatkan kesadaran, serta memberdayakan masyarakat lokal.
Melalui program-program ini, museum telah berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam bagi mahasiswa STKIP PGRI Sidoarjo serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami nilai-nilai budaya, mengasah keterampilan, dan terlibat dalam upaya pelestarian artefak bersejarah. Kolaborasi yang erat institusi pendidikan telah memperluas akses pengetahuan akan sejarah dan kekayaan budaya Indonesia bagi generasi muda.
Penggalangan dana dan kegiatan sosial yang diadakan oleh museum juga memberikan manfaat langsung bagi komunitas sekitar, sementara partisipasi aktif dalam program konservasi memberdayakan masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya.
Kegiatan pengabdian masyarakat di Museum Mpu Tantular tidak hanya menciptakan hubungan yang erat antara museum dan masyarakat, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini akan terus memberikan manfaat bagi apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia dan memperkuat ikatan antara masyarakat dengan warisan leluhur mereka
Downloads
References
Ardika, I Wayan. (2012). Museum Sebagai Daya Tarik Wisata: Perspektif Multikulturalisme. Bogor : MAKALAH PIA 2011
Arainikasih, Ajeng Ayu. (2008). “Education Programs at Indonesian Museums: Preserving Indonesian Natural and Cultural Heritage?” Proyek Riset yang tidak dipublikasikan. The University of Adelaide.
Ambrose, T. and Paine, C. (2006), Museum Basics, Routledge, London and New York.
Duke, Linda. (2010). “The Museum Visit: It’s an Experience Not a Lesson” Curator Vol. 53 Issue 3. Hal. 271-279
Heryati.(2017).Pengantar Ilmu Sejarah.Palembang:Universitas Muhammadiyah Palembang
http://p2k.um-surabaya.ac.id/ind/2-3045-2942/Museum-Mpu Tantular_42285_um surabaya_p2k-um surabaya.html(diaksespada3 Januari 2022, 13:11)
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/pemenang- anugerah pelestari-cagar-budaya-dan-permuseuman- 2014/(diakses pada 5 Januari 2022, 13:00)
https://www.tribunnews.com/regional/2014/11/06/gaet pengunjung-museum-mpu-tantular-rajin-gelar-kegiatan/(diakses pada 11 Februari 2022, 13:25)
https://regional.kompas.com/read/2009/08/11/17595684/memberdayakan.museum.mpu.tantular.?page=all/(diaks espada 13 Februari 2022, 20:00
J.Matitaputy.(2007).Pentingnya Museum Bagi Pelestarian Warisan Budaya Dan Pendidikan Dalam Pembangunan. Ambon : Balai Arkeologi Ambon
Kurnia, Rahmat.(2023). Museum Sebagai Tempat Interaksi Berbagai Komunitas. museumpendidikannasional.upi.edu/news
Magetsari,Noerhadi.(2011).Museum di era pasca modern.Jakarta:Departemen Arkeologi Universitas Indonesia.
R.Tjahjopurnomo.(2011). Sejarah Permuseuman di Indonesia.Jakarta : Direktorat Permuseuman, Direktorat JenderalSejarah dan Purbakala, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Sutaarga, Moh. Amir. (1997/1998) Pedoman Penyelenggaraan dan Pengelolaan Museum. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Proyek Pembinaan Permuseuman Jakarta
Tarunasena M, 2009. Sejarah 1 SMA/MA kelas X Sem 1 & 2, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
UPT Museum Mpu Tantular.(2017). Buku Panduan Museum Negeri Provinsi Jawa Timur”Mpu Tantular”. Pemerintah Provinsi Jawa Timur : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Yulianto, Kresno.( 2010). Museum: Antara Edukasi dan Rekreasi. Jakarta: Universitas Indonesia



