Sosialisasi Gemar Makan Ikan Sebagai Upaya Menanggulangi Stunting di Desa Sebayan
DOI:
https://doi.org/10.30822/berbakti.v1i3.2921Keywords:
fish comsumption, Sebayan VillageAbstract
Socialization was carried out in Sebayan Village, which aimed to increase the love for eating fish in an effort to overcome stunting. Fish consumption is still lacking in the community because of the lack of public knowledge regarding the nutrients contained in fish. This socialization activity took place in November 2023 in Sebayan Village. The approach used in this activity was door-to-door. The number of respondents who participated in this community service activity was 65, with 53 female and 12 male respondents. This form of socialization has been approved by village government organizations. The results of this study provide information on fish nutrition in the community. In addition, this activity can also be an effort to help reduce the incidence of stunting. This activity has previously been given a briefing and strengthening knowledge on the love of eating fish. Another aspect of this activity was that it was smooth.
Downloads
References
Adani, F. Y., & Nindya, T. S. (2017). Perbedaan Asupan Energi, Protein, Zink, dan Perkembangan pada Balita Stunting dan non-Stunting. Jurnal Amerta Nutrition, 1(2), 46–51.
Alimon, M., Burhanis, B., Fadhillah, R. 2022. Desa Babul Makmur, Kabupaten Simeulue: Pengenalan dan Penyuluhan Terkait Pentingnya Diversifikasi Olahan Hasil Laut dalam Pencegahan Stunting. Jurnal Perikanan Tropis. Volume 9, Nomor 2.
Andriani, D. S., Khairi, I., & Akbardiansyah, A. (2022 Di Desa Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, ada Kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dan Pelatihan Diversifikasi Produk Perikanan Berbasis Lokal untuk Menurunkan Pravelensi Stunting. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(4), 1333-1337.
Dewi, I. A., & Adhi, K. T. (2016). Pengaruh Konsumsi Protein dan Seng serta Riwayat Penyakit Infeksi Terhadap Kejadian Pendek Pada Anak Balita Berusia 24 hingga 59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Penida III. Jurnal Gizi Indonesia, 3(1), 36– 46.
Handayani, H., Winarningsih, W., & Kombih, M. F. (2022). Pelatihan Pengolahan Ikan Gabus untuk Mencegah Stunting di Kabupaten Pasuruan. Journal of Dedicators Community, 6(1),59-66.
Leventakou, V., Roumeliotaki, T., Martinez, D., Barros, H., Brantsaeter, A. L., Casas, M., & Chatzi, L. (2014). Fish Intake During Pregnancy, Fetal Growth, and Gestational Length in 19 European Birth Cohort Studies. The American journal of clinical nutrition, 99(3), 506-516.
Mulyasari, I., & Setiana, D. A. (2016). Faktor Risiko Stunting Pada Balita. Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 8(20), 160–167.
Okekpa, S. I., Mydin, R. B. S., Mangantig, E., Azmi, N. S. A., Zahari, S. N. S., Kaur, G., & Musa, Y. (2019). Faktor risiko nasopharyngeal carcinoma (NPC): ulasan sistematis dan meta-analisis hubungan antara gaya hidup, diet, sosioekonomi, dan sociodemografi di wilayah Asia. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention: APJCP, 20(11), 3505.
Oktaviani, A. C., Pratiwi, R., & Rahmadi, F. A. (2018). Asupan Protein Hewani Sebagai Faktor Risiko Perawakan Pendek Anak Umur 2-4 Tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 7(2), 977–989.
Saadah, N., & Kp, S. (2020). Modul Scopindo untuk Pencegahan dan Penanganan Stunting: Deteksi Dini. Media Pustaka.
Yoo, J. Y., Cho, H. J., Moon, S., Choi, J., Lee, S., Ahn, C., & Park, S. K. (2020). Pickled Vegetable and Salted Fish Intake and The Risk of Gastric Cancer: two prospective cohort studies and a met



