Sosialisasi Pencegahan Stunting Dan Pemberian Multi Mikronutrien Suplemen (MMS) Kepada Ibu Hamil Di Desa Klungkung, Sukorambi, Jember
DOI:
https://doi.org/10.30822/berbakti.v1i3.2858Keywords:
Stunting, socialization, pregnant mother's knowledgeAbstract
Menurut informasi dari World Health Organization (WHO), Indonesia menempati peringkat kedua di wilayah Asia Tenggara untuk jumlah anak balita yang mengalami stunting, setelah Laos yang memiliki persentase sebanyak 36,4%. Stunting memiliki dampak buruk bagi kehidupan masa depan anak-anak. Salah satu penyebab tingginya prevalensi stunting yaitu banyak terjadinya pernikahan dini yang membuat calon ibu tidak siap secara mental, fisik, dan pengetahuan terkait kehamilan. Oleh karena itu, BBK-2 Universitas Airlangga melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember berupa sosialisasi terkait stunting dan pemberian MMS dengan tujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil terkait kejadian stunting, faktor penyebab, dan upaya yang dapat dilakukan guna mencegah kejadian stunting didukung dengan pemberian suplemen vitamin dan mineral (MMS). Metode sosialisasi berupa penyuluhan dengan menggunakan power point dan poster tentang stunting. Evaluasi hasil pre-test dan post-tes menunjukan bahwa sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, terverifikasi melalui analisis SPSS terhadap data pre-test dan post-test, yang menunjukkan signifikansi hasil sebesar p=0,008 < ?=0,05. Artinya, terdapat dampak yang signifikan dari sosialisasi mengenai stunting terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil di Desa Klungkung. Perlu adanya edukasi guna peningkatan pengetahuan sedini mungkin kepada masyarakat tentang stunting serta peran kader dan Puskesmas dalam memberikan informasi serta monitoring terhadap kondisi ibu dan bayi dalam 1000 HPK guna mencegah kejadian stunting.
Downloads
References
Amazihono, I. K., & Harefa, E. M. (2021). Hubungan Sosial Ekonomi Dan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita. Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 16(1), 235–242.
Andayani, Q., Ariadi, S., Koesbardiati, T., Fauziah, N., & Praharsena, B. (2022). Penta Helix" Desa Emas" Dalam Komitmen Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur. Media Gizi Indonesia, 17.
Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, K. R. (n.d.). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%.
Dartilawati, M. S. D., & Umar, F. (2021). Pernikahan Usia Dini Terhadap Status Gizi Anak Balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol, 3(3).
Husnaniyah, D., Yulyanti, D., & Rudiansyah, R. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kejadian Stunting. The Indonesian Journal of Health Science, 12(1), 57–64.
Kemenkes, R. I. (2016). Situasi Balita Pendek. Jakarta: Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Lemaking, V. B., Manimalai, M., & Djogo, H. M. A. (2022). Hubungan pekerjaan ayah, pendidikan ibu, pola asuh, dan jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Ilmu Gizi Indonesia, 5(2), 123–132.
Lubis, N. L. (2016). Psikologi Kespro. Wanita dan Perkembangan Reproduksinya: Ditinjau dari Aspek Fisik dan Psikologinya. Kencana.
M. Irwan, Z. A. (2023). Potensi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Akibat Praktik Dispensasi Kawin Di Pengadilan Agama Jember. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Jember.
Mandowa, R., & Erika, K. A. (2022). Intervensi Suplemen Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting: A Systematic Review. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(1), 154–160.
Mataram, S. Y. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Pada Ibu Hamil. Gizi Pada Ibu Hamil, 67.
Neherta, N. M. (2023). Intervensi Pencegahan Stunting (Pendekatan Terpadu untuk Mencegah Gangguan Pertumbuhan pada Anak). Penerbit Adab.
Nurfatimah, N., Anakoda, P., Ramadhan, K., Entoh, C., Sitorus, S. B. M., & Longgupa, L. W. (2021). Perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 97–104.
Nurhidayati, T., Rosiana, H., & Rozikhan, R. (2020). Usia Ibu Saat Hamil Dan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 1-3 Tahun. Midwifery Care Journal, 1(5), 122–126.
Pratiwi, B. R., & Muhlisin, A. (2023). Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2), 1779–1788.
Rahayu, D., & Yunarsih, Y. (2019). Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pelaksanaan Senam Hamil Pada Ibu Primigravida. Journals of Ners Community, 10(1), 97–106.
Rahmasari, S. A., & Wicaksono, I. (2022). Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting Di Kabupaten Jember Dalam Upaya Percepatan Pencapaian Target Sustainable Development Goals. Jurnal Universitas Muhammadiyah Jember.
Ramdhani, A., Handayani, H., & Setiawan, A. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting. In Prosiding Seminar Nasional LPPM UMP (Vol. 2, pp. 28–35).
Ratnawati, L. Y., Permatasari, E., Baroya, N., Nurika, G., Ningtyias, F. W., & Ramani, A. (2022). Analisis Faktor Risiko Maternal Terhadap Keluarga Berisiko Stunting; Studi Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia. Media Gizi Indonesia, 17.
Sani, M., Solehati, T., & Hendrawati, S. (2019). Hubungan usia ibu saat hamil dengan stunted pada balita 24-59 bulan. Holistik: Jurnal Kesehatan, 13(4), 284–291.
Siahaan, S. C. (2023). Korelasi suplementasi nutrisi terhadap ibu hamil kurang energi kronis untuk pencegahan kejadian stunting. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 23(1).
Sundani, I. P. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Pada Petani Bawang Merah Di Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(6), 99–119.
Sutarto, S. T. T., Mayasari, D., & Indriyani, R. (2018). Stunting, Faktor ResikodanPencegahannya. Agromedicine Unila, 5(1), 540–545.
Syahda, S. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) di desa Muara Mahat wilayah kerja Puskesmas Tapung I Tahun 2014. Jurnal Kebidanan, 6(1).
Yulius, Y., Abidin, U. W., & Liliandriani, A. (2020). Hubungan Pernikahan Dini Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Wilaya Kerja Puskesmas Tawalian Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa. Journal Peqguruang, 2(1), 279–282.
Zuraida, E., & Kriwangko, C. A. (2021). Hubungan Antara Penyakit Jantung Bawaan Sianotik Dengan Status Gizi Anak Berusia 0-24 Bulan Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Wadi Husada, 8(1), 33–38.



