Analisis Bentuk Penyajian Tari Belo Baja  Pada Masyarakat Desa Ratulodong Kecamatan Tanjung Bunga Flores Timur

Authors

  • katharina Ernawati koten a:1:{s:5:"en_US";s:33:"Universitas Katolik Widya Mandira";}
  • Katharina Kojaing Universitas Katolik Widya Mandira image/svg+xml
  • Kadek Paramitha Hariswari Universitas Katolik Widya Mandira image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.30822/gz4zjz90

Keywords:

Bentuk Penyajian,Tari Belo Baja

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk penyajian Tari Belo Baja pada masyarakat Desa Ratulodong. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digunakan untuk menggali data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Belo Baja ditarikan oleh 36 penari dan diiringi oleh 5 pemain musik. Busana yang digunakan merupakan busana tradisional masyarakat Ratulodong, yakni penari pria mengenakan nowing (sarung pria) dan kedewak (ikat pinggang), sedangkan penari wanita memakai kewatek (sarung wanita), selendang, stagen, serta aksesoris berupa nile (kalung), belao (anting), kala bala (gelang gading), dan kiri (sisir bulu ayam). Properti yang digunakan meliputi busur panah, tombak, dan parang bagi penari pria, sementara penari wanita menggunakan kain merah dan kain kuning sebagai simbol estetis dan makna budaya. Temuan ini menegaskan bahwa bentuk penyajian Tari Belo Baja merupakan representasi identitas budaya lokal yang memiliki nilai estetis dan simbolik yang penting untuk dilestarikan.

References

Abdussamad, HZ, & Sik, MS (2021). Metode penelitian kualitatif . CV. Syakir Media Pers.

Aina, J., Kurnita, T., & Zuriana, C. (2017). Bentuk Penyajian Tari Linggang Meugantoe Di Sanggar Rampoe Banda Aceh (Doctoral dissertation, Syiah Kuala University).

Creswell, JW, & Creswell, JD (2017). Desain penelitian: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran . Publikasi Sage.

Erawati, N. M. P. (2018). Mengenal Ragam Gerak Dan Jalinan Estetika Tari Bali. Widyadari, 19(2).

Hamzah, A. (2019). Metode Penelitan & Pengembangan: Penelitian & Pengembangan (Uji Produk Kuantitatif dan Kualitatif Proses dan Hasil).

Hariswari, KP, Ceunfin, F., & Amasanan, YD (2023). Makna Simbolis Kostum Dan Properti Tari Gong Suku Dawan Desa

Hartati dan Nurlaili. 2007.Gerak Dasar Tari AcehBanda Aceh: Unsyiah.

Hutajulu, A. R. (2018). Pengaruh Musik Iringan Tari dalam Media Realia dan Media Audio Recorder terhadap Hasil Kreativitas Gerak Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik Angkatan 2016 (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Jakarta).

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kurnia, M. (2016). Tari Tradisi Melayu, Eksistensi dan Revitalisasi Seni. Puspantara.

Mulyani, N. 2016. Pendidikan Seni Tari Anak Usia Dini.Yogyakarta: Gava

Pekerti, Widya. 2002.Pendidikan Seni Musik Tari/Drama. Jakarta: Universitas Terbuka. Setia Purna Inves.

Sianturi, R. (2019). Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Kompetensi Dasar Politik Luar Negeri melalui Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tari Bambu Kelas IVB SD Negeri 067690 Medan Johor. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 2(2), 11–22

Sugiyanto. 2004.Kesenian untuk SMP Kelas 1Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sujarweni, V. W. (2021). Metodologi Penelitian. Jogja : Pustaka Baru Press.

Sumaryono. (2017). Antropologi Tari Dalam Perspektif Indonesia. Yogyakarta:

Tedi Sutardi, T. (2020). Antropologi: mengungkap keragaman budaya. Jakarta: PT.

Thabroni, Gamal. (2021). Iringan Tari Tradisional: Jenis, Respon, Gerak, & Fungsi. Serupa.id. Diakses pada tanggal 15 November 2021.

Yisrianamula, P. T. (2015). Kelayakan produk inovatif aksesoris dari pengelolaan limbah rambut untuk kesempatan sanggul gala dan evening. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Downloads

Published

2025-12-21